8 Desa Sejahtera Mandiri Diwisuda Mensos

38
8 Desa Sejahtera Mandiri Diwisuda Mensos
JADI DESA TERMAJU: Bupati Bandung Dadang M. Naser (kiri) bersama Mentri Sosial Idrus Marham (kanan) mewisuda 5 desa di Kabupaten Bandung yang telah dijadikan praktikum mahasiswa STKS.

SOREANG – Sedikitnya 5 desa di Kabupaten Bandung mendapat wisuda dari Menteri Sosial Idrus Marham sebagai Desa Sejahtera Mandiri (DSM). Lima desa di antaranya Desa Ciburial, Cibiru Wetan, Cileunyi, Maruyung, Rawabogo, dan Margamukti.

Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan, Pembinaan DSM di Jawa Barat dilakukan melalui praktikum mahasiswa (KKN tematik) Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS). Kesuksesan terbangunnya DSM, lanjutnya, tidak terlepas dari inisiasi pembinaan yang dilakukan STKS baik praktikum III Mahasiswa Program Sarjana Terapan, maupun Mahasiswa Pascasarjana Spesialis I Pekerjaan Sosial.

“Para peserta KKN tematik ini, melaksanakan pekerjaan dengan disupervisi oleh lima orang dosen dan masyarakat setempat di 5 lokasi DSM tadi,” jelasnya disela kegiatan kemarin, (12/7)

Pada kesempatan itu, Mensos menjelaskan program DSM merupakan terobosan baru dalam upaya percepatan penanganan kemiskinan terpadu. Sebab, kegiatan terfokus pada segala aspek untuk meningkatkan ketertinggalan, kemiskinan hingga pembentukan pola pikir masyarakatnya.

“ Jadi kita anggap sudah lulus dan naik kelas, kita dorong nantinya semua akan dikembangkan menjadi DSM dan fokus pada daerah tertinggal di perbatasan,” ungkapnya

Idrus menjelasan. DSM adalah desa yang berkemampuan memenuhi kebutuhan dasar bagi warganya, memenuhi hak dasar bagi warganya, melindungi warganya dari berbagai resiko sosial dan ekonomi yang dirasakan serta memelihara kearifan lokal.

Dia berharap, perguruan tinggi dapat berperan sebagai inisiator sekaligus pelaku berdasarkan potensi, kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki, sedangkan Kementerian Sosial adalah fasilitator dan pengarah. Sehingga, Kepala Daerah diharapkan bisa menetapkan kebijakan daerah bahwa DSM menjadi bagian dari kebijakan penanganan kemiskinan di daerah masing-masing.

“Bisa dengan melakukan replikasi dengan dukungan APBD, melalui pengembangan one village one product atau satu desa satu unggulan. Dengan Gerakan kembali ke desa , itulah yang menjadi intisari DSM sebagai gerakan bersama,” tutur Idrus Marham.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M. Naser mengungkapkan, diwisudanya lima DSM di Kabupaten diharapkan bisa mengoptimalkan potensi unggulan yang berada di wilayah masing-masing, melalui kebijakan Bandung Seribu Kampung.

Menurutnya, Pemkab akan senan tiasa mendorong pemerataan pembangunan khususnya di pedesaan, dengan mengoptimalkan potensi unggulan masing-masing yang dikemas dengan inovasi dan kreativitas. Dengan begitu setiap permasalahan akan teratasi. .

Dadang menambahkan, untuk mewujudkannya pihaknya telah melakukan penguatan pada semua lini termasuk bekerjasama denagn keterlibatan perguruan tinggi, supaya penerapannya tepat sasaran dan berhasil.

“Mudah-mudahan inovasi program Seribu Kampung bisa menjadi indikator terbangunnya DSM dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia,” kata Dadang. (rus/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.