5 Anak Jadi Sarjana dari Menjual Bubur

Keuletan Endang Menyekolahkan ke 13 Anaknya

17
TIDAK MAU DIFOTO: Gerobak jualan bubur Endang di Alun Alun Tanjungsari selalu ramai ketika pagi hari.

Meski memiliki anak 13 bagi Endang tidak menjadi hambatan untuk tidak menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi. Seiring dengan berjalannya waktu, keuletan dan kegigihannya perlahan tapi pasti membuah hasil bagi masa depan anak-anaknya.

Nendah Siti (Job), Sumedang

Hari itu Endang bersama istrinya mempersiapkan gerobak dagangannya untuk berjualan bubur di depan alun-alun Tanjungsari Kabupaten Sumedang.

Tidak ada yang istimewa dari bubur yang dijual oleh kedua pasangan paruh baya ini. Tetapi berkat keuletannya berjualan semenjak 1985 ternyata dia telah berhasil menghidupi 13 putranya. Bahkan ke enam putranya kini sedang duduk di bangku kuliah. Sedangkan 6 putra lainnya masih bersekolah.

’’ Alhamdulillah kalau anak yang pertama mah sudah lulus dan menjadi sarjana pertanian,’’ucap Endang sambil membersihkan kaca gerobak yang tampak mulai usang.

Meski memiliki anak banyak bagi dia tidak merasa khawatir sedikitpun bila tidak diberi rejeki oleh yang maha kuasa. Bahkan, dengan kegigihannya berjualan, dia selalu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk masa depan anak-anaknya.

Meski memiliki banyak anak Endang berprisip seluruh anaknya harus bisa kuliah sampai perguruan tinggi. Bahkan, ketika dikarunia anak pertama dia bersama istrinya rela berjualan bubur sampai larut malam.

’’ Dulu waktu anak pertama mau kuliah di pertanian saya usaha kesana kesini untuk biaya kuliahnya karena hasil dari bubur tidak cukup untuk pendaftaran anak masuk perguruan tinggi,”kata Endang.

Endang berfikir dengan menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi suatu saat anaknya bisa bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga.

Akan tetapi, dengan kegigihannya kini dari 13 anak yang dimilikinya 5 di antaranya sudah bergelar sarjanan dan bekerja diberbagai perusahaan. Sedangkan 6 anak masih sekolah.

’’ Yang enam sih sekolah, ada yang di SMA, SMP, malah ada yang masih SD, tapi ada juga anak saya yang satu lagi sudah meninggal,”ucap Endang.

Bagi Endang pendidikan anak-anaknya jauh lebih penting. Sebab, dia mengingkan kelak anak-anaknya tidak bernasib sama dengan dirinya. malah Endang selalu berpesan kepada istrinya agar memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya agar menjadi orang berguna.

Memiliki 13 anak bagi endang bukanlah menjadi persoalan. Sebab dengan dibantu istrinya anak-anaknya terurus dengan baik dan semuanya dapat bersekolah.

’’ Ya kalau dibilang repot sih repot, tapi mau bagaimana lagi inikan harus dijalani,” Ucap Endang terlihat sabar dan pemalu.

Sambil sesekali melayani pembeli, Endang bercerita dalam menjual bubur ia menghabiskan 8 Kilogram beras setiap harinya dengan penghasilan Rp 1.600.000 per hari bila buburnya habis terjual.

“ YA saya sih dari situ saja uangnya, saya kumpulin buat anak sekolah, tapi kalau dagangan sepi sih paling dapat kurang dari satu juta,”ucap Endang dengan senyum semangat dan tangan masih cekatan ketika melayani bubur. (yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.