2 Kilo Paku dari Pohon

Masyarakat Masih Banyak Tidak Peduli

77
HARUS DIJAGA: Kepala Dinas DLH Kabupaten Bandung Asep Kusumah memperlihatkan paku yang baru di cabut dari salah satu pohon yang terdapat di jalan Al Fathu.

SOREANG – Kebiasaan menempelkan alat promosi berupa Pamflet pada sebuah pohon masih saja terjadi. Hal ini, terlihat dari banyaknya paku yang menempel di setiap pohon yang ada di Kabupaten Bandung.

Tak kurang dari 2 kilogram paku berhasil dikumpulkan dari aksi cabut paku dari pohon yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung pada Kamis (8/3).

Aksi ini, dilakukan di sepanjang trotoar jalan Al-Fathu, dan jalan Soreang-Cipatik, sebagai rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Kabupaten Bandung tahun 2018.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Asep Kusumah mengatakan, ada sekitar 200 orang yang mengikuti aksi ini.
aksi ini merupakan gerakan moral yang bisa mengedukasi dan memotivasi masyarakat, bahwa pohon merupakan bagian dari kesatuan ekosistem kehidupan.

“ Kita persenjatai diri kita dengan niatan ibadah dan memotivasi, menyebarkan nilai kebaikan, mengajak masyarakat untuk menyelamatkan pohon,’’jelas Asep kepada wartawan kemarin (8/3)

Sementara itu, Sekretaris DLH Kabupaten Bandung Said Sadiman mengatakan, aksi ini memiliki misi menyelamatkan pohon sebagai sumber kehidupan dengan melibatkan berbagai komunitas di antaranya, pelajar, pramuka dan relawan kampung Sabilulungan Bersih (Saber), TNI, serta seluruh karyawan DLH turut serta dalam aksi cabut paku di pohon tersebut.

Dirinya menilai, menyelamatkan pohon dari kerusakan dan kematian sangat penting. Sebab, setiap satu pohon dapat menghasilkan oksigen, menyediakan cadangan air, menurunkan tingkat pencemaran udara, menyerap karbondioksida dan manfaat lainnya.

Namun, pada kenyataannya masyarakat tidak pernah memperdulikan pohon di sekelilingnya. Bahkan, tak jarang pohon-pohon dijadikan media untuk memajang iklan, spanduk atau tempat berjualan.

’’ kalau dicermati, pohon juga bisa menyehatkan, mengatur kelembaban cuaca, juga mencegah terjadinya bencana banjir ini masyarakat harus tahun itu ,’’ucap Said.

Untuk itu, masyarakat jangan lagi sembarangan memaku pohon untuk kepentingan sendiri. Sebab, pohon juga merupakan mahluk hidup. Bahkan, bila pohon bisa bicara pasti si pohon akan mengeluh kesakitan saat di paku.

Dirinya menambahkan, saat mencabut menggunakan gegep tidak sedikit paku-paku yang menancap terlalu dalam dan berukuran besar. Sehingga, butuh tenaga besar untuk mencabutnya.

’’ Butuh tenaga 2 orang untuk cabut paku, bahkan ada juga yang paku yang menancap pada atas,’’tutup dia (rus/yan)
“Paku-paku besar ini sangat sulit dicabut, karena berukuran besar dan masuk ke dalam pohon hampir ¾ ukuran paku, sehingga sulit dicabut dan itu akan merusak kehidupan pohon itu sendiri, mungkin tidak akan berkembang,” ujarnya

Pihaknya memberikan apresiasi bagi peserta aksi yang sigap dalam membersihkan paku yang menancap di pohon sepanjang rute yang telah ditentukan.

“Sedangkan untuk TNI yang sebelumnya mendapat penghargaan sebagai penggerak lingkungan saat peringatan HPSN, aksi hari ini akan menjadi nilai tambah untuk diajukan di penghargaan Sabilulungan Award,” pungkasnya. (Rus)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.