109

18 LKSA Resmi Terakreditasi

FOTO BERSAMA Anak-anak yang tinggal dipanti asuhan harus terdata baik melalui akreditasi. Pola asuh anak sesuai standar dari kemensos.

NGAMPRAH – Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat memastikan tahun ini ada 18 lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) atau panti asuhan dari total 42 LKSA yang terakreditasi oleh Kemensos.

”Yang terakreditasi itu ada 18 LKSA di KBB,” kata Kabid Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Dewi Nur Angraeni di Ngamprah, kemarin.

Dewi menyebutkan, akreditasi ini sangat perlu dilakukan guna mengetahui standar operasional dari sebuah panti asuhan. Melalui akreditasi, ujar dia, dapat meminimalisir dari oknum tertentu seperti aksi pelecehan seksual, kekerasan pada anak dan lain-lain.

”Dengan akreditasi mereka punya standar pengelolaan anak asuh. Kita juga bakal mengetahui berapa jumlah anak di panti asuhan dan bagaimana pola asuhnya,” paparnya.

Bagi LKSA yang sudah terakreditasi, sebut dia, akan mendapatkan bantuan baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah. Khusus dari pemerintah daerah akan menggelontorkan bantuan hibah sebebar Rp10 juta/LKSA/tahun.

”Sebetulnya jumlah LKSA itu lebih dari 42. Hanya saja yang terdaftar di kami itu baru 42. Sisanya masih banyak yang belum melaporkan kepada kami,” terangnya.

Dewi mengungkapkan, LKSA yang terlebih dahulu memiliki akreditasi berjumlah 6 LKSA. Mulai dari LKSA Al Kautsar dan Kinderdof di Lembang, Alfurqon di Cisarua, As Salafiyah di Batujajar, Jabar Hikam Muttaqin di Cihampelas, dan Arafah di Cililin.

”Untuk 6 LKSA ini yang dari awal sudah memiliki akreditasi di KBB. Disusul tahun ini sebanyak 12 LKSA jadi totalnya ada 18 LKSA yang sudah terakreditasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial KBB Elin Suharliah mengaku terus berkoordinasi dengan sejumlah LKSA di KBB untuk lebih meningkatkan aktivitas lembaga panti asuhan tersebut.

“Apa saja yang dibutuhkan LKSA, kami koordinasikan dengan pemerintah daerah agar difasilitasi,” ujarnya.

Menurut Elin, pengembangan ekonomi produktif dibutuhkan agar anak-anak panti memiliki keterampilan khusus yang bermanfaat bagi masa depan mereka nantinya. Dia pun siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan mereka.

”Ke depan kami harapkan agar setiap anak yang berada di panti asuhan ini dapat memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan,” pungkasnya. (drx)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.