118 Jadi Korban Miras Oplosan, Pemkab Bandung Tetapkan KLB

131
Penggerebegan gudang miras di kapung Warung Lahang Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka

BANDUNG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Ahmad Kustiadji mengatakan, berdasarkan data dari tiga rumah sakit korban oplosan miras sudah mencapai angka 118 orang korban.

Menyikapi hal itu, pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan kejadian tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) Situasional.

”Dapat dikatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) situasional, sebab diakibatkan karena perilaku buruk manusia, bukan karena wabah penyakit,” ungkap Ahmad pada Jabar Ekspres (jabarekspres.com) Selasa (10/4).

Terkait kesiapan rumah sakit untuk menangani pasien korban miras, RSUD Cicalengka dan rumah sakit yang berada di Kabupaten Bandung sudah dipersiapkan. ”Pihak RSUD masih dapat menampungnya, kalau ada yang perlu dirujuk kita rujuk,” ungkapnya.

Berdasarkan data Humas RSUD Cicalengka, hingga Senin (10/4), pasien korban miras sudah sebanyak 86 orang. Dari junlah tersebut, 31 orang meninggal dunia, 20 orang dirawat di IGD, 19 orang rawat Inap, dirujuk 5 orang, dipulangkan 3 orang, dan APS sebanyak 12 orang.

Direktur RSUD Cicalengka, dr Yani Sumpena mengutarakan, korban meninggal akibat keracunan obat (intoksikasi). Yakni, masuknya obat atau zat kimia ke dalam tubuh melalui mulut yang menyebabkan tubuh keracunan.

Salah satunya dari minum minuman beralkohol dapat menyebabkan organ tubuh keracunan. ”Racun yang masuk menyebar melaui darah, dampak kepada peminumnya hilang kesadaran, mata buram, dan kematian,” ungkapnya.

Disebutkan Yani, rata-rata pasien yang datang ke rumah sakit tingkat racunnya sudah menyebar. Kendati pihaknya sudah melakukan tindakan penanganan media dengan melakukan observasi, dan tindakan medis lainnya. “Tingkat keracunannya sudah parah,”ungkap Yani.

Terpisah Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto memberikan perhatian khusus pada kasus tersebut. Agung mengaku prihatin dengan banyaknya korban miras opolosan. Hingga saat ini saja, kata dia, di Jawa Barat sudah terdata 45 orang meninggal akibat miras oplosan.

”Saya prihatin dan turut berduka cita karena korban terus bertambah. Satu jam terakhir informasinya sudah 45 orang,” ungkap Agung Budi Maryoto usai Coffee Morning bersama empat Paslon Gubernur/Wakil Gubernur Jabar dalam mewujudkan pilkada aman, Selasa (10/4).

Agung menjelaskan, dari 45 korban meninggal dunia tersebut, 35 orang merupakan warga Cicalengka, 4 korban di wilayah Kota Bandung dan sisanya 6 orang di Pelabuhan Ratu Kab. Sukabumi.

Agung menambahkan, pihaknya juga telah menangkap para penjual miras oplosan maut tersebut.

”Di Polrestabes Bandung satu titik penjualnya sudah kita tangkap. Kemudian Pelabuhan Ratu dan Cicalengka juga sudah kita tangkap. Tugas kepolisian sekarang dibantu dengan BPOM dan kedokteran forensik sudah mengambil sampling untuk uji lab,” jelasnya.

Sampling yang diambil untuk uji lab menurut Agung, antara lain sample darah, sample kencing kemudian diambil dari usus. Sample tersebut dibandingkan dengan minuman yang dikknsumsi oleh para korban.

”Sekarang sudah dikirim ke laboratorium forensik. Hasilnya diperkirakan tiga atau empat hari lagi selesai,” paparnya.

Pihak kepolisian akan mengambil langkah-langkah pengembangan kasus tersebut, untuk mengetahui asal miras, distributor dan jaringannya. Polda Jawa Barat juga akan bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, untuk menyelidiki keterkaitan kasus yang sama di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Polda Jawa Barat dan TNI juga ujar Agung, pihaknya akan membackup BPOM untuk melakukan razia secara masif. ”Kita akan bantu BPOM bersama TNI melakukan razia masif ke tempat-tempat yang memungkinkan ada miras, khususnya menjelang Ramadhan kita akan sapu bersih,” tegasnya. (yan/kos/ign)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here