Warga Setuju Rumah Deret, Bantah Adanya Intimidasi dan Premanisme

27
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
MULAI DIBOR: Sejumlah petugas mengerjakan pengeboran pada wilayah yang setuju, sebagai lanjutan pembangunan rumah deret di kawasan RW 11 Jalan Tamansari, Kota Bandung, kemarin (7/12).

jabarekspres.com, BANDUNG – Sekelompok warga yang mengatasnamakan Forum Angin Segar, setuju akan adanya pembangunan rumah deret. Hal itu dikatakan Ketua Forum Angin Segar Syahroni, menyikapi adanya pemberitaan yang beredar terkait polemic pembangunan rumah susun di kawasan RW 11, Kelurahan Tamansari Kota Bandung.

Syahroni menyebutkan forum yang didirikan bersama warga di RW 11 tersebut telah setuju dengan adanya pembangunan rumah deret. Bukan tanpa alasan, sebut dia forum ini untuk memfasilitasi warganya yang seolah olah frame pemberitaan seluruh warga RW 11 menolak pembangunan rumah deret, padahal sebut dia ada hampir 46 persennya warga setuju adanya pembangunan tersebut.

IPAN SOPYAN/JABAR EKSPRES
TAMANSARI: Salah seorang warga melihat beberapa bukti bangunan liar eks penggusuran pembangunan flyover Pasopati.

”Ini program kan bagus, untuk mensejahterakan warga Kota Bandung. Sebab pada faktanya di RW 11 ini satu rumah bisa Dua sampai Sembilan kartu keluarga (KK) dengan ukuran rumah yang relatif kecil. Itu kan nggak sehat,” kata Syahroni saat dikonfirmasi Jabar Espress di Taman Film, Kelurahan Tamansari Kota Bandung, kemarin.

Syahroni yang juga mantan ketua RW 11 dari tahun 2014 hingga Oktober 2017 lalu itu mengatakan mengenai adanya pekerjaan pengukuran dan lainnya. Kata dia, itu semua berada di kawasan yang dimana warga yang sudah setuju terhadap pembangunan rumah deret.

”Kan ini pengerjaanya di kawasan yang warganya sudah setuju. Kenapa yang tidak setuju malah ikut campur. Padahal kita sepakat antara yang setuju dan tidak setuju jalan masing-masing kenapa jadi seakan-akan kami yang mengintimidasi,” katanya dengan penuh heran.

Dia pun menjelaskan sebetulnya di kawasan tersebut banyak bangunan liar hasil dari penggusuran pembangunan flyover Pasopati bebera waktu lalu. ”Ini banyak juga bangunan liar. Kalau mau datanya saya ada!” tandasnya sambil menunjukan beberapa berkas.

Ditemui di tempat sama Sekretaris Forum Angin Segar Yoyo Suharyo membenarkan hal itu, menurutnya pihaknya setuju adanya pembangunan rumah deret tersebut dan tidak ada paksaan atau pun intimidasi dari pihak mana pun. ”Kami menyetujui ini dengan sadar. Karena ini sama dengan mengakat derajat kami, warga yang berpenghasilan rendah, yang tadinya satu rumah bisa Dua sampai Sembilan KK, nanti setelah rumah deret jadi. Kita satu rumah Satu KK, kan itu namanya mensejahterakan warga berpenghasilan rendah,” ucapnya.

Dia mengaku tidak merasa keberatan dengan harus adanya uang sewa setelah Lima tahun menempati rumah deret tersebut. ”Ya kalau harus bayar, ya nggak apa apa. Itu kan kebijakan dari pemerintah, trus uang sewanya juga nggak mahal dari Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu tergantung tipe rumahnya nanti. Itu kan tanah milik pemerintah namanya kita numpang, ya harus bayar,” jelas dia.

Yoyo mengira adanya kepentingan segelintir orang yang memanfaatkan kondisi tersebut. ”Saya kasihan sama mereka. Mereka juga saudara kita. Hari ini (kemarin, Red.) sudah keluar Surat Peringatan (SP1), kalau sudah SP3 mereka akan di gusur tanpa ada pengganti,” sahutnya.

Setelah dikonfirmasi terkait adanya premanisme yang disewa pengembang untuk pengamanan, dia menjelaskan jika hal itu tidak ada. “Saya heran koq ada berita seperti itu. Itu sama saja dengan mebalikan fakta, sebab yang diintimidasi sebetulnya kita. Disebut penghianat lah dan kemarin ada warga yang ke sini untuk menghentikan pembangunan, jelas-jelas ini kan wilayah yang sudah setuju, jadi siapa yang intimidasi siapa?” tanya dia.

Bahkan Wawan Koswara, 47, yang dituding sebagai preman merasa sakit hati, sebab faktanya tidak seperti itu. ”Saya ke sini karena saudara saya tinggal di sini. Memang saya bukan orang sini lagi, sudah pindah rumah,” ungkapnya. (pan/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here