Wahyu Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Cimahi

jabarekspres.com, CIMAHI – Setelah menga­lami kekosongan hampir se­lama 5 bulan, akhirnya po­sisi Wakil Ketua Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi yang ditinggalkan Santoso Anto resmi digantikan oleh Wahyu Widiatmoko.

Pergantian tersebut berda­sarkan kepada keputusan Gubernur Jawa Barat No 71/KEP.788-MKSM/2017 tentang peresmian dan pengangkatan Wakil Ketua Dewan Perwaki­lan Rakyat Daerah Kota Cimahi.

Dalam surat keputusan gu­bernur yang dibacakan oleh sekretaris dewan (Sekwan) Budi Raharja disebutkan, se­telah Gubernur Jabar me­nimbang dan seterusnya mengingat dan seterusnya memperhatikan dan seterus­nya memutuskan, maka me­netapkan meresmikan mem­berhentikan Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi masa jabatan 2014-2019 atas nama Santoso Anto terhitung sejak mening­gal dunia pada 8 April 2017.

”Disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama men­jalankan tugas,” sebut Budi Raharja di hadapan para peserta rapat paripurna is­timewa di Aula Gedung DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita Kota Ci­mahi, kemarin (13/9).

Dalam keputusan yang di­bacakan sekwan itu juga di­sebutkan, gubernur meres­mikan pengangkatan Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019 atas nama Wahyu Widiat­moko dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhitung mulai setelah pengucapan sumpah dan janji.

”Dengan pengangkatan Wahyu Widiatmoko sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Ci­mahi PAW maka Wahyu Wi­diatmoko diberikan gaji pokok, tunjangan jabatan serta tunjangan lainnya ber­kaitan dengan jabatan ter­sebut sesuai ketentuan pe­rundang-undangan. Kepu­tusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Bandung, 5 September 2017,” urainya.

Di tempat yang sama, Wa­hyu Widiatmoko mengung­kapkan, kekosongan selama lima bulan memang terbi­lang agak lamban. padahal, menurutnya, sebenarnya proses pergantian tersebut sudah jelas diatur dalam perundang-undangan.

”Seharusnya setelah partai politik mengajukan ke pihak DPRD dengan maksimal pro­ses selam 7 hari, proses be­rikutnya di Wali Kota sama selama 7 hari lalu di Gubernur selama 14 hari kerja. Maka proses pergantian bisa dila­kukan,” ungkapnya.

Namun demikian, Wahyu mengaku, keterlambatan per­gantian tersebut karena ada kendala terkait dengan per­syaratan di internal PKS sen­diri. Sehingga prosesnya memakan waktu cukup lama.

Wahyu menuturkan, dengan tidak adanya almarhum San­toso Anto sebagai wakil ketua DPRD Cimahi, pasti akan sangat berpengaruh sekali terhadap internal fraksi PKS, baik dari komunikasi politik dan menentukan keputusan serta yang lainnya.

”Dengan pergantian ini, yang pasti partai mengama­nahkan kepada saya untuk meneruskan apa saja yang sudah dilakukan oleh Al­marhum pak Santoso Anto. Syukur-syukur bisa bekerja lebih baik,” ujarnya.

Dengan menjadi Wakil Ketua DPRD Cimahi, lanjut­nya, yang pasti kini dirinya harus menguasai semua yang terkait penganggaran, pengawasan dan juga le­gislasi. ”Khusus pengang­garan, saya akan berusaha sebisa mungkin untuk men­guasainya,” ucapnya.

Sementara itu terkait Joko Taruna yang menggantikan dirinya sebagai anggota DPRD Cimahi dari PKS, Wahyu men­jelaskan, sebab Joko Taruna saat pemilihan legeslatif 2014 yang lalu, di dapil V memang memperoleh jumlah suara terbanyak kedua setelah al­marhum Santoso Anto.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi Ahmad Guna­wan atau yang biasa dipang­gil Agun mengatakan, dengan sudah dilaksanakannya penggantian wakil ketua DPRD tersebut, maka pim­pinan DPRD Cimahi sudah lengkap. Sehingga akan memudahkan komunikasi.

”Jadi ketika berkomuni­kasi dan banyak pendapat itu akan lebih baik. Walaupun sistem kita demokrasi tapi kalu sudah menjadi kepu­tusan maka kita sepakati keputusan itu,” katanya.

Sementara ntuk pembagian tugas, Agun mengaku pi­haknya sudah menyiapkan­nya sejak lama, dengan diri­nya sebagai penanggung jawab atau koordinator se­muanya. Sementara Agus Solihin Wakil ketua I sebagai pimpinan DPRD bidang peng­anggaran, Bambang Purno­mo Wakil ketua II sebagai pimpinan bidang legislasi dan Wahyu Widiatmoko Wa­kil Ketua III sebagai pimpinan bidang pengawasan.

”Semua akan bertanggung jawab kepada saya sebagai ketua DPRD. Saya juga yakin pak Wahyu sudah paham dan memahami apa yang menjadi tupoksi beliau,” pungkasnya. (ziz/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here