TWA Kontribusi Terbesar

Obyek Wisata Tangkuban Perahu Berikan Pendapatan Pajak

2
PENUH PENGUNJUNG: Diakhir pekan Kawasan Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu selalu dipadati pengunjung yang datang dari berbagai kota di Indonesia.

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Semenjak dikelola ke pihak swasta Taman Wisata Alam (TWA) Tangkubanparahu telah memberikan kontribusi kepada negara melalui pendapatan dari restribusi dan pajak.

Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) Putra Kaban mengatakan, selaku pengelola obyek wisata Gunung Tangkubanparahu, telam memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp 27 miliar per tahun.

Menurutnya, kontribusi tersebut, terdiri dari berbagai macam pajak, seperti pajak penghasilan (PPH), pajak keuntungan sebesar 10 % dari perusahaan hasil dari perhitungan jumlah kunjungan setiap tahunnya serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Ini menjadi salah satu lokasi wisata alam dengan penyumbang pendapatan terbesar ke kas negara dibandingkan dengan lokasi wisata alam lainnya yang ada di Indonesia,”jelas Putra ketika ditemui di temui kemarin (17/4)

Selain mampu menghasilkan sisi sosial ekonomi, TWA Tangkubanparahu juga dinilai cukup mampu menjaga kelestarian alam yang ada di dalamnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI E. Herman Khaeron dalam kunjungan kerjanya mengatakan, mengapresiasi terhadap pengelolaan objek wisata TWA Tangkubanparahu setelah dipegang oleh PT GRPP.

Dirinya menilai, pengelolaan WTA Tangkubanparahu sangat baik dan profesional. Sehinggam dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi negara.

Selain itu, dengan dikelola GRPP kawasan konservasi alam disekeliling TWA Tangkubanparahu menjadi terlindungi sebab setiap harinya selalu dilakukan pengawasan oleh petugas keamanan yang dikelola GRPP.

Herman menuturkan, saat ini pihaknya tengah melakukan revisi undang-undang tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem.

Menurutnya revisi ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi lahan konservasi alam, agar sepertiganya bisa difungsikan menjadi lahan yang memiliki nilai ekonomis termasuk bagaimana kemampuannya untuk menarik para wisatawan.

“Yang saya lihat hari ini, tentunya sebagai bahan ke depan untuk memberikan masukan terhadap revisi undang-undang, kita berikan kewenangan untuk lebih fleksibel dan multifungsi dari menjaga dan melindungi sumber daya alam di dalamnya,”tutup Herman.(drx/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here