Trisna Gugur dalam Tugas Saat Evakuasi Kebakaran Gudang Kain

Trisna Gugur dalam Tugas Saat Evakuasi Kebakaran
IPAN SOPIAN/JABAR EKSPRES
DUKA CITA: Rekan korban melakukan upacara pelepasan jenazah di kantor DKPB Kota Bandung.

jabarekspres.com, BANDUNG – Kabar duka kembali menimpa Kota Bandung. Salah seorang Petugas Harian Lepas pada Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung Trisna Supriatna gugur dalam tugas, kemarin (11/9) sekira pukul 5.15.\

Dia wafat setelah bersama timnya berusaha memadamkan api pada kebakaran yang terjadi di gudang kain pabrik tekstil di Jalan AH Nasution Nomor 105a, Kelurahan Sindang Jaya, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial yang turut hadir dalam upacara pelepasan jenazah di Kantor DKPB Kota Bandung mengungkapkan rasa bela sungkawa kepada keluarga almarhum. Dia mendoakan segala kebaikan untuk almarhum dan keluarga.

”Tentu kami, mewakili jajaran Pemerintah Kota Bandung khususnya, merasa sangat kehilangan,” ungkap Oded.

Dia menuturkan, Trisna yang gugur dalam tugas dan berupaya untuk menyelamatkan orang lain telah melakukan sesuatu yang sangat mulia. ”Insya Allah syahid,” ungkap Oded.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Ferdy Ligaswara juga mengungkapkan rasa kehilangannya. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang berdedikasi tinggi, humoris, dan juga dicintai oleh rekan sejawatnya. ”Ini adalah musibah, tidak ada yang berharap kejadian ini. Berat, kehilangan, tapi kita harus ikhlas,” katanya.

Ferdy menuturkan, pada saat kejadian, Trisna menjadi tim pemadam yang berusaha menutup titik pusar api untuk mencegah kebakaran merembet ke pemukiman warga.

”Pada pukul 5.15 almarhum bersama teman-teman di titik pusar api dengan struktur bangunan yang sebagian besar sudah terbakar,” terang Ferdy. Mereka tertimpa reruntuhan balok kayu dan beton yang terbakar.

Korban lalu dilarikan ke RS Hermina Arcamanik. Trisna meninggal di perjalanan, sementara korban lainnya, Iman Taufik Hidayat mengalami koma.

Kronologi Kejadian

Pada saat laporan kejadian pukul 01.35, pusaran angin di titik kejadian sangat kencang hingga pagi hari. Angin ini mengakibatkan akselerasi api yang semakin besar. Sekitar pukul 02.30, kondisi kebakaran sudah masuk fase overhaul di mana api sudah hampir padam.

”Itu sudah proses overhaul,” imbuh Ferdy. Namun, angin kencang masih terjadi dan bisa mengakibatkan perembetan api ke struktur bangunan lain, di antaranya rumah warga.

”Almarhum berinisiasi untuk melakukan pemblokiran di titik api supaya tidak merembet ke pemukiman penduduk. Dia ingin menyelamatkan masyarakat untuk selamat harta bendanya maupun jiwanya,” tutur Ferdy.

Hingga pukul 05.00 proses pemadaman masih berlangsung. Sepuluh menit kemudian, bangunan yang tengah dipadamkan tiba-tiba rubuh. ”(Petugas kami) ambruk tertimpa rubuhan kayu balok dan beton,” sambung Ferdy.

Kepala Pleton Solehudin yang bertugas bersama almarhum menjelaskan, timnya langsung mengevakuasi Trisna dan seorang rekannya Iman Taufik Hidayat. Keduanya lantas dilarikan ke RS Hermina Arcamanik. ”Namun korban Trisna meninggal ketika dalam perjalanan ke rumah sakit,” ucapnya.

Pada pukul 11.00 usai dilaksanakan upacara pelepasan jenazah di kantor DKPB Kota Bandung, jenazah lalu diberangkatkan ke Garut untuk dikebumikan. Almarhum meninggalkan istri dan dua orang anak yang tinggal di Kampung Balong Suci, Desa Karang Pawitan, Kabupaten Garut.

Sementara itu, kondisi korban petugas lainnya, Iman, koma saat tiba di RS. Hermina Arcamanik. Ia lalu dipindahkan ke RSUP Hasan Sadikin Bandung. Kini, Iman sudah sudah siuman.

Pemerintah Kota Bandung akan memberikan santunan kepada keluarga almarhum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Korban yang masih dirawat pun akan ditanggung pembiayaannya oleh BPJS. (hms/pan/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here