Transportasi Online Jangan Sekadar Kuasai Pasar

18
EKSPLORASI PERAN: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan Stadiun Generale di Aula Barat ITB, kemarin (15/11).

jabarekspres.com, BANDUNG – Terkait polemik taksi online di Indonesia, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menanggapinya dengan dualisme berbeda. Eksistensi transportasi berbasis platform online baginya adalah keniscayaan di tengah kemajuan teknologi. Namun di sisi lain ia memandangnya sebagai upaya untuk membunuh keberadaan taksi konvensional.

”Keberadaan taksi online merupakan keniscayaan yang tetap harus dilindungi. Namun di lain pihak ada upaya juga mematikan taksi konvensional lewat penerapan harga,” ujar Budi seusai Stadiun Generale di Aula Barat ITB, Rabu (15/11).

Guna mengakhiri pro kontra antara keduanya, Budi meminta pengusaha transportasi online segera membenahi sistem usahanya. Selain penerapan harga yang lebih kompetitif, lanjut dia pengendara taksi online juga wajib dibekali dengan SIM Umum, KIR serta stiker khusus yang menandakan taksi online.

”Jadi jangan sampai investor asing mengangkut dana triliunan dari luar kemudian mematikan keberadaan taksi konvensional dengan cara membunuh harga,” paparnya.

Lebih lanjut ia juga memaparkan, lewat Permenhub semua pengemudi taksi konvensional bisa menyesuaikan diri dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Ia meminta mereka untuk beradaptasi secara bertahap dengan kemajuan teknologi.

”Filosofinya adalag keseteraan, sehingga kedua pihak baik online maupun konvensional harus dilindungi sevara bisnis. Jangan sampai saling membunuh,” sebutnya.

Dia pun menyebutkan kemajuan di bidang perhubungan di Indonesia, memiliki peran krusial dalam meningkatan daya saing. Percepatan pembangunan infrastuktur pun menjadi modal penting untuk menciptakan iklim investasi yang ideal bagi industri. “Di sisi lain,  Indonesia dipandang sebagai salahsatu negara paling ideal dalam berinvestasi di Asia Tenggara. Karenanya, Presiden selalu menekankan, daya saing Indonesia harus terus ditingkatkan, termasuk kemajuan di bidang perhubungan,” ujar Budi.

Dia berujar, jika melihat fakta, Indonesia saat ini tengah diuntungkan dengan banyak aspek. Di tengah perlambatan ekonomi di tingkat global, di dalam negeri justru diuntungman dengan dari bonus demografi, angka inflasi yang berada di kisaran 3 persen dengan laju pertumbuhan 5 persen per tahun.

Sambungnya, dia merasa bersyukur semua tantangan yang berkaitan dengan pembangunan serta serta perbaikan kualitas infrastuktur perhubungan bisa didukung banyak pihak. Tak hanya sektor industri dan swasta, pembinaan SDM di kalangan akademik juga berjalan dengan baik.

“Pembangunan infrastuktur penghubung ini butuh investasi dana yang sangat besar. Kita tidak mungkin lagi mengandalkan dana konvensional seperti halnya APBN. Sebagai solusinya dibutuhkan eksplorasi peran  swasta,” ungkapnya.

Demikian juga terkait sinergi dengan perguruan tinggi. Lanjut dia, hal ini dibutuhkan untuk proses alih teknologi dari  pihak asing pada SDM di dalam negeri.

“Pembinaan SDM melalui perguruan tinggi ini menjadi usaha bersama untuk meningkatkan kontribusi local content. Kalau teknologinya sudah diserap, berbagai pembangunan di dalam negeri bisa mengandalkan SDM anak bangsa,” ucapnya. (bon/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here