TK untuk Pembentukan Karakter Anak

Camat Isi Kelas Inspirasi di TK Negeri Pembina Citarip

5
camat bojongloa
TITIP PESAN: Camat Bojongloa Kaler Eka Taufik Hidayat (pegang mic) saat memberikan Kelas Inspirasi di TK Negeri Pembina Citarip Jalan Citarip Barat, Bojongloa Kaler, kemarin (11/9).

jabarekspres.com, BANDUNG – Camat Bojongloa Kaler Eka Taufik Hidayat menitipkan pesan agar dapat mendidik putra putrinya dengan baik. Hal itu disampaikan Eka saat menjadi pembicara dalam Kelas Inspirasi di TK Negeri Pembina Citarip, Jalan Citarip Barat, Bojongloa Kaler, kemarin (11/9).

”Berikan pendidikan dengan cinta dan kasih sayang. Karena siapa sangka 10 atau 20 tahun ke depan anak anak kita ini ada yang jadi presiden, wali kota Bandung, Camat Bojongloa Kaler. Makanya saya titip berikan pendidikan yang terbaik,” kata Eka Taufik Hidayat dihadapan ratusan anak anak TK Negeri Pembina Citarik yang didampingi orangtuanya, kemarin.

Selain itu dirinya pun mengingatkan jika TK merupakan pendidikan dasar yang pada dasarnya untuk pembentukan karakter, karenanya dia meminta para guru agar tidak terlalu memaksakan untuk seperti sekolah sekolah umum.

”TK ini adalah pendidikan dasar, sebetulnya pembentukan karaktur saja. Jadi jangan terlalu dipaksa untuk bisa seperti sekolah umum. Karena anak anak ini masih senang bermain sebetulnya. Tapi tetap diberikan pengertian, edukasi, dikenalkan dan sebagainya, tapi tidak boleh dipaksakan, karena TK itu tempat bermain,” tandasnya.

Kepala TK Negeri Pembina Mimin Kusminar menyebutkan kegiatan sekolah inspirasi merupakan bagian dari program Holistik Integratif Berdimensi Sosial Budaya dan Ekonomi (HISBE).

”Pak camat tadi itu sebagai inspiratornya setelah dia tadi (kemarin, Red) didaulat menjadi Pembina upacara. Saya berharap apa yang disamapaikannya itu akan membuat anak anak terbuka wawasannya, dan akan selalu diingat oleh otak kiri kanannya. Belajar yang serius yang membuat anak sehat dan bertakwa itu akan menghasilkan anak anak yang baik,” kata Mimin.

Program HISBE sendiri sejalan dengan apa yang telah mereka lakukan selama ini, karena pihak TK Negeri Pembina mensuport program tersebut. Dia mengatakan telah banyak melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendapatkan dan melengkapi sarana dan prasarana di TK nya.

”Sekolah kami bekerjasama dengan BPLH memohon bantuan biogas, untuk pembuangan sampah. Bioperi, sumur resapan dari pemerintahan setempat. Dengan bagian pertamanan, diberi bantuan tanaman produktif, hias. kami juga termasuk sekolah sehat,” ungkapnya.

Sekolah yang banyak tanaman toga, hias dan produktif itu pun ternyata memiliki manfaat bagi masyarakat di lingkungannya itu. ”Alhamdulillah bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar, jadi banyak bermanfaat. Tidak hanya bagi warga di TK ini saja tapi juga masyarakat sekitarnya. Banyak meminta bantuan dari tanaman tanaman toga, anak-anak sekolah juga menjadikan eksperimen eksperimennya di sini,” tutupnya. (ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here