TK Al Biruni Gelar Bakti Sosial

ANDY RUSNANDY/KARAWANG BEKASI EKSPRES
PEDULI SOSIAL: Masyarakat dan orang tua murid TK Al Biruni saat melakukan aksi mendonorkan darah melalui PMI, Jumat (8/9).

jabarekspres.com, BANDUNG – TK Al Biruni Kecamatan Panyileukan menggelar bakti sosial berupa donor darah, penjualan pakaian layak pakai, tes kesehatan gratis, dan sembako murah, Jumat-Sabtu (8-9/9) di halaman SD Al Biruni. Acara juga meliputi tablig akbar dengan penceramah ustad Evie Effendi.

Kepala Sekolah TK Al Biruni Panyileukan Mimin Aminah didampingi Rifani Irna Putri, Pendamping PAUD/TK HISBE Kecamatan Panyileukan mengungkapkan, gebyar tahunan ini terselenggara berkat kerja sama dengan orang tua murid dan masyarakat.

Dalam kegiatan donor darah, pihaknya menerima sebanyak 24 pendonor dari orang tua, guru, dan warga sekitar. “Kami juga melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Bandung. Sosialisasi di media sosial, mengajak warga untuk menyumbangkan darahnya,” kata Mimim kepada Jabar Ekspres.

Usai donor darah kegiatan dilanjutkan dengan tablig akbar. Tamu undangan dari orang tua murid dan masyarakat disuguhkan dengan bazar penjualan pakaian layak pakai. Sekolah mengajak mereka jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan agar menyumbangkan pakaiannya untuk dijual kembali.

“Penjualan baju layak pakai ini dikumpulkan dari orang tua. Pakaian yang sudah tidak dipakai lagi. Disortir. Yang layak dijual. Yang tidak layak disumbangkan,” katanya.

Hari esoknya, Sabtu (9/9) bazar pakaian layak pakai masih berlangsung. Sebab digelar pula kegiatan tes kesehatan gratis serta sembako murah. Sekolah menyiapkan voucher khusus untuk warga sekitar untuk memeriksakan kesehatannya di lokasi acara. “Kami menyiapkan 200 bingkisan sembako. Barang seharga Rp 60 ribu kami jual Rp 25 ribu,” tuturnya.

Panitia membagikan voucher kepada masyarakat sekitar melalui ketua RW setempat. Voucher itu bisa dipakai untuk satu tes kesehatan saja. “Yang gratis itu cek darah. Jika cek lebih dari satu penyakit, seperti kolesterol atau asam urat bayar lagi. Sama jasa konsultasi juga gratis,” imbuhnya.

Mimin menjelaskan, kegiatan ini merupakan program tahunan yayasan. Pihak yayasan sendiri telah memiliki program Miftahul Ilmi Berbagi. Kegiatannya berupa bakti sosial dengan melibatkan kampung binaan. “Yayasan kami memiliki kampung binaan. Masyarakat di kampung tersebut berafiliasi dengan kami,” kata dia.

Seperti misalnya pada Hari Raya Idul Adha kemarin. Pembagian daging kurban masyarakat di kampung binaan tersebut. Dagingnya pun dibagikan ke warga di sana. Termasuk pakaian layak pakai yang dikumpulkan dari orang tua murid, juga dijual di kampong itu. “Hasil penjualannya digunakan oleh mereka,” tuturnya.

“Kita punya relasi di sana. Sharing ilmu, juga ada kerja sama kegiatannya. Salah satunya kegiatan saat ini,” ungkapnya dia. Program lainnya yaitu Tebar Alquran dan Buku Bacaan. Sebagian buku tersebut diberikan ke kampong binaan.

Sedangkan pola pendidikan keseharian mengadopsi sistem PAUD Holistik Integratif Berdimensi Sosial Budaya dan Ekonomi (HISBE). Ya, TK ini merupakan salah satu TK percontohan HISBE yang ada di Kecamatan Panyileukan di antara 29 kecamatan lainnya.

Karena sekolah berada di lingkungan masyarakat perumahan, sekolah menerapkan kebijakan lain. Seperti halnya budaya Sunda. Masyarakat di lingkungan tersebut berasal dari daerah yang beragam. Anak-anak yang sekolah di sana terbiasa berbahasa Indonesia. Tidak mengerti Bahasa Sunda.

“Tapi kami mengenalkan kepada mereka perlahan-lahan. Baru sebatas pakaian adat Sunda yang digunakan dalam kegiatan tertentu,” tuturnya. (and)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here