The Doll 2 Lebih Seram  

Lebih Fresh Dengan Cerita Baru

The Doll 2
KEDUA : Luna Maya dan Herjunot Ali bakal memerankan suami-istri di film The Doll 2. Bagi Luna Maya film tersebut merupakan film horor keduanya setelah Bangsal 13 yang dirilis pada 2004.

Sutradara Rocky Soraya berjanji akan suguhkan film The Doll akan 2 lebih fresh dengan cerita yang baru.

Saat jumpa pers di kantor Soraya Intercine Films belum lama ini, Rocky mengatakan, pembuatan The Doll 2 sengaja memilih berbeda, dengan ganti cerita, ganti boneka.”Kami yakin The Doll 2  ini bakalan jadi film yang fresh dengan cerita baru,’’ kata Rocky, di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Dengan alur berbeda itulah, dia memutuskan mengganti pemain. Rocky menyatakan langsung cocok saat bertemu dengan Luna dan Junot. Sebelumnya, film The Doll yang dibintangi Sandy Aulia dan Denny Sumargo ditonton oleh lebih dari 550 ribu orang.

The Doll 2  mengangkat cerita yang berbeda dengan sebelumnya. Namun, Rocky berjanji film tersebut lebih menyeramkan. Jajaran cast juga berubah. Kali ini, Luna Maya dan Herjunot Ali bakal memerankan suami-istri, Maira dan Aldo, yang ditinggal mati oleh anak perempuan satu-satunya. Setelah kematian sang anak, kehidupan mereka diganggu oleh makhluk tak kasatmata. Terutama oleh boneka kesayangan Kayla yang diberi nama Sabrina.

Meski berbeda, masih ada benang merah yang menautkan cerita The Doll 2 dengan pendahulunya. Yakni, melalui sosok Bu Laras, seorang paranormal yang dimainkan oleh artis indigo, Sara Wijayanto. Dia kembali menjadi perantara antara dunia nyata dan dunia astral.

Bagi Luna Maya, itu merupakan film horor keduanya setelah Bangsal 13 yang dirilis pada 2004. Sudah sangat lama tidak lagi bermain dalam film horor, Luna merasa kangen. Sebagai artis yang cukup selektif dalam memilih film, Luna berpendapat The Doll 2 layak diperhitungkan. ’’Aku ngobrol sama Pak Rocky, ceritanya kayaknya seru ya. Aku pikir, ya sudah boleh dicoba. Junot kan juga selektif (dalam memilih film). Kalau dia oke, pasti oke nih (filmnya),’’ jelas Luna.

Aktris 33 tahun itu seperti mendapatkan pengalaman baru lagi saat syuting film tersebut. Apalagi, dia harus berperan sebagai orang penakut. Padahal, dia jauh dari tipe penakut. ’’Capek juga ya karena harus mengubah perasaan. Banyak yang nangis. Gue disuruh bayangin yang serem-serem. Gimana coba? Gue nggak takut,’’ cerita Luna polos.

Sementara itu, bagi Junot, film tersebut merupakan film horor pertamanya. Dia sebelumnya bermain di banyak film drama. Aktor yang terkenal dengan film dramanya tersebut memiliki alasan sendiri keluar dari zona nyaman dan menjajal sesuatu yang baru. Saat ditawari bermain The Doll 2, dia bertemu dengan Rocky dan nonton film pertamanya.

Saat itu Junot tertarik bergabung dan menjadikan film The Doll sebagai pengalaman pertamanya untuk film horor. ’’Film kan pengalaman seru ya. Saya pernah syuting yang pakai fisik, capek. Ini (film horor) capek juga ternyata, tapi seru,’’ ujarnya riang. Selama syuting, Junot sempat mengalami cedera kaki, tangan, dan pinggang. Namun, dia menikmatinya. The Doll direncanakan tayang pada 20 Juli. (glo/c20/na/bun)

  • Kejadian Mistis

Saat syuting di Kepulauan Seribu, sekitar pukul 03.00, anak kecil yang memerankan hantu menangis. Dia bilang tidak mau syuting lagi karena seperti ada yang memukulnya dari belakang. Menurut orang pintar yang menjaga tim, di ayunan yang digunakan untuk syuting, ada penunggunya.

  • Lagu dari Anto Hoed

Membuat materi musik horor memberikan pengalaman yang menakutkan bagi Anto. Sebab, dia mengaransemen sendiri musiknya di studio dengan suasana gelap. ’’Ketika bikin musik untuk The Doll 2, saya benar-benar takut. Terasa beda saja. Biasanya nggak begitu,’’ kata Anto.

  • Tayang di Lima Negara

The Doll 2 tak hanya diputar di Indonesia, tapi juga di empat negara lain. Yakni, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, dan India.

  • Layar di India Lebih Banyak

Untuk penayangan di Indonesia, Hitmaker Studios telah mengantongi lebih dari 100 layar. Namun, di India, ketika tayang November nanti, The Doll 2 sudah mendapat 550 layar! Film ini akan disulihsuarakan dalam lima bahasa setempat. Yakni, bahasa Inggris, Hindi, Tamil, dan Telugu. (glo/c18/na)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here