Telan Anggaran Rp 200 Miliar, Pemkot Bandung Bangun RSKIA Baru

148
HUMAS PEMKOT BANDUNG
FASILITAS PUBLIK: Wakil Wali Kota Bandung Oded M Daniasl (kedua kiri) saat meninjau maket rencana pembangunan Gedung Rumah Sakit Ibu dan Anak Senin (27/2).

bandungekspres.co.id, ASTANA ANYAR – Pemerintah Kota Bandung akan membangun Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) yang baru di Jalan Kopo dalam waktu dekat. Rencanyanya, pembangunan RSKIA tersebut akan menghabiskan anggaran Rp 200 miliar dengan pengerjaan selama dua tahun.

Direktur Utama RSKIA Kota Bandung Taat Tagore mengatakan, pembangunan RSKIA ini untuk memberikan pelayanan yang baik. Hal ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih efisien.

”Rumah sakit yang terletak di jalan Astana Anyar direncanakan akan direlokasi ke jalan Kopo, dekat jalan keluar Terminal Leuwi Panjang, ujar Taat di Kantor RSKIA Jalan Astana Anyar kemarin (27/2).

Ditambahkan Taat, rumah sakit tersebut akan direvitalisasi dan pembagunannya direncanakan April. ”Jadi April itu peletakan batu pertama,” ujarnya.

Insya Allah dengan dana dan waktu yang cukup ini, pembangunan akan berjalan lancar tanpa hambatan satupun,” tuturnya.

Ia berharap jika RSKIA di Jalan Kopo itu rampung, pelayanan kepada masyarakatpun akan terpenuhi lebih baik. ”Mudah mudahan dengan tempat yang baru kinerja kita semakin meningkat,” jelasnya.

Menganggapi hal tersebut Wakil Wali Kota Bandung Ode M. Danial menyampaikan, pembangunan RSKIA ini harus maksimal. Selain pelayanan, SDM nya juga harus baik. ”Mengenai SDM kita harus memilih sebaik mungkin, sehingga ketika melakukan pelayanan kepada masyarakat akan berjalan lancar,” tutur Oded.

Menurutnya, RSKIA ini akan memiliki fasilitas bertaraf internasional.  ”RSKIA ini khusus ibu dan anak di kota Bandung. Saya berharap direktur, ASN, dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terus di bina. Karena kami memiliki mimpi, RSKIA ini harus menjadi RS yang juara dalam hal pelayanan khusus ibu bersalin. Dan Pak Dirut juga menyampaikan, mudah-mudahan tahun ini sudah mulai pembangunan dan peletakan batu pertama,” ujarnya.

Oded berharap, nantinya dalam pembangunan RSKIA harus betul betul maksimal. Di mulai perencanaan pembangunan sampai rampung dan bisa digunakan.

”Intinya pelayanan untuk masyarakat harus maksimal tunjukan bahwa RSKIA bisa juara dalam melayani masyarakat,” pungkas Oded.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Nina Manarosana mengungkapkan, pembangunan RSKIA diharapkan dapat menjadi Rumah Sakit (RS) percontohan serta terbaik se-asia. Target pembangunan, rampung pada tahun 2018 dan bisa beroperasi pada tahun 2019.‎

‎”Target pembangunan tahun ini. Karena akan dibangun di atas 10 lantai maka akan jadi rumah sakit terbagus se-Asia,” ujarnya. (bbs/fik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.