Target Adipura Belum Ada Kabar

adipura
Ilustrasi
TUGU ADIPURA: Sebagai bentuk kebanggaan penghargaan Adipura dijadikan monumentum bagi masyarakat oleh pemerintahan kabupaten Klaten provinsi Jawa Tengah.

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Adanya keinginan Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk meraih penghargaan bergengsi Adipura sepertinya terancam hilang. Sebab, hingga saat ini, KBB masih belum mendapatkan verifikasi indikator penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait indikator P2.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB Zamilia Floreta mengakui, untuk mendapatkan penilaian dari tim verifikasi pihaknya saat ini tengah melakukan persiapan menghadapi penilaian Adipura.Namun, terkait verifikasi dirinya mengatakan masih menunggu jawaban, apakah KBB diverifikasi atau tidak. Padahal, kota dan kabupaten lainnya itu sudah dilakukan.

Menurutnya, untuk pemberitahuan sendiri secara resmi dari tim penilaian Adipura terkait indikator P2, DLH KBB sudah melayangkan surat ke provinsi maupun Kementerian Lingkungan Hidup agar mendapatkan informasi yang jelas.

“Kami ingin mengetahui informasi jelasnya apakah memang dilanjut atau memang gagal. Makanya langsung berkomunikasi dengan pihak provinsi. Sekitar 2 minggu lalu kami sudah mengirim surat ke provinsi, tapi belum ada jawaban,” terangnya.

Untuk KBB sendiri dalam penilaian Adipura masuk pada indikator penilaian kota/kabupaten kecil. Dalam penilaian P1 (penilaian tahap pertama) yang meliputi jalan, perkantoran, pasar, perumahan, tempat pembuangan akhir (TPA), pengolahan sampah dan daerah aliran sungai (DAS) KBB memperoleh nilai 72, 75.

Adapun untuk kategori kota/kabupaten dan layak memenuhi kriteria penilaian, minimal harus mendapat nilai di atas 74 poin.

“Kami memang masih belum mengetahui secara resmi bagaimana indikator penilaian di tahun ini. Tapi, berdasarkan informasi, tahun ini tidak ada penilaian tahap 2 dan langsung verifikasi. Termasuk nilai kategori kota kecil itu tidak mutlak,” terang Zamilia.

Sebelumnya, pemantauan Adipura ini dilakukan di 59 titik yang terbagi ke dalam 16 kelompok, yakni 13 ruas jalan, 8 perkantoran, 5 perumahaan, 1 pasar, 3 pertokoan, 7 SD dan SMP, 3 SMA, 3 Puskesmas, 2 terminal, 1 atasiun, 1 hutan kota, 1 taman kota, 5 sungai atau situ, 1 tempat pembuangan akhir, 2 bank sampah, dan 2 tempat pembuangan sampah terpadu.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR