Tangkal Berita Hoax dari Sekarang

Ibu-ibu Lebih Mudah Tertipu

2
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
TOLAK HOAX: Deklarasi anti berita Hoax di Dago car Free Day (CFD), Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Minggu (8/1). Deklarasi Indonesia Hoax Buster (IHB) Bandung ini menyosialisasikan pengguna internet untuk dapat memilih berita dengan bijak.

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Maraknya kabar hoax yang beredar di masyarakat melalui media sosial membuat sekelompok orang yang menamakan diri mereka Komunitas Indonesia Hoax Buster (IHB) Bandung untuk mendeklarasikan diri melawan hoax. Deklarasi dilakukan di Car Free Day Dago, Jalan IR H Djuanda, kemarin (8/1).

Istri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Atalia Praratya yang turut hadir dalam deklarasi bersama ini menyambut baik atas ide tersebut. Sebab selama ini pemakai media sosial terlau gampang terpengaruhi oleh berita-berita yang tidak jelas sumbernya. Terlebih informasi tersebut barupa pesan bernada kebencian.

”Sekarang banyak sekali informasi di medsos seperti itu, maka maayarakat harusnya bisa memfilternya dan tidak kembali menyebarkannya,” jelas Atalia di sela-sela deklarasi, kemarin (8/1).

Untuk itu, dirinya mengajak kepada masyarakat untuk bersama sama berpartisipasi aktif dengan seluruh elemen masyarakat dalam melawan berita hoax yang banyak beredar di media sosial.

”Pengguna medsos itu kan kebanyakan perempuan. Maka dari itu saya ajak ibu-ibu juga harus bisa memfilter berbagai pemberitaan hoax,” kata Atalia.

Sementara itu, Pendiri IHB Citra Pratiwi mengklaim, sasaran bagi si penyebar berita hoax adalah para pengguna media sosial di Bandung. Sebab, sifat masyarakatnya yang heterogen.

Menurutnya, tujuan penyebar berita hoax adalah untuk menciptakan kebencian dan keresahan di masyarakat baik kepada kelompok masyarakat, kepada pemerintah ataupun suku dan agama (SARA). ”Di Kota Bandung sudah banyak korban hoax yang menyebabkan permusuhan antar teman hingga keluarga,” jelas dia

Citra menilai, saat ini yang menjadi target kampanye paling utama adalah perempuan khususnya ibu-ibu dan generasi muda. Sebab berdasarkan hasil survei penggana media sosial atau yang sering berinteraksi dengan internet ternyata kebanyakan ibu-ibu di Indonesia.

”Rata-rata ibu-ibu yang punya smartphone itu mudah sekali bergaung. Itu pentingnya ibu-ibu didoktrin kekerasan. Mereka nggak sadar kalau itu hoax,” terang Citra.

Selain itu, acara ini diikuti  sekitar 200 warga kota Bandung sedangkan untuk komunitas anti-hoax sendiri sebetulnya telah berdiri sejak 2015 lalu. Berawal dari diskusi dan berbagi informasi, intensitas kegiatannya pun meningkat seiring dengan meningkatnya sebaran pesan-pesan provokasi yang membahayakan keutuhan NKRI.

”Puncaknya, menjelang momen deklarasi, Indonesia Hoax Buster Bandung bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) mengadakan audiensi dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk menandatangani Piagam Masyarakat Bandung Anti-Hoax di Balaikota, Selasa 3 Januari 2017,” ungkapnya.

Cendikiawan Muslim Komaruddin Hidayat menilai, hoax sangat berbahaya bagi masyarakat. Bagi Komaruddin, hoax itu tidak ada bedanya dengan narkoba dan pornografi. Sama-sama menyesatkan.

Dia mengatakan, hoax merupakan pembunuhan karakter yang ingin menjatuhkan dan memanipulasi. ”Dan dalam konteks agama sangat jelas, adalah fitnah,” katanya.

Sementara, berdasar data yang diterima oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), tidak kurang 139 juta pengguna internet berasal dari Indonesia. Seluruhnya mengakses internet saban hari.

Melalui telepon genggam, komputer, maupun perangkat lain. Dengan pengguna internet sebanyak itu, potensi serangan hoax melalui cyber attack pun besar. Untuk itu, pemerintah merancang Badan Cyber Nasional (BCN).

Badan tersebut dirancang tidak lain untuk melindungi masyarakat dari serangan cyber attack. Termasuk hoax. Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Meko Polhukam) Wiranto, hoax berbahaya lantaran dapat merusak tatanan. Kondisnya kian buruk lantaran informasi bohong itu sangat marak. Penyebarannya juga cepat. Melalui beragam media sosial (medsos), informasi tersebut bisa menyebar dari satu pengguna medsos ke pengguna lainnya.

Karena itu, harus ada proteksi. BCN akan menjalankan fungsi tersebut. ”Serangan cyber yang sudah merajalela. Yang meresahkan tata kehidupan masyarakat. Perlu ada proteksi secara nasional,” kata Wiranto tegas.

Dengan BCN, Kemenko Polhukam berupaya memerangi cyber attack, khususnya hoax. Mereka bakal menghentikan arus informasi yang tidak jelas sumbernya, juga menutup kemungkinan informasi yang bisa berdampak buruk masuk melalui internet. ”Menapis arus lalu lintas cyber yang nyata-nyata negatif,” jelas dia.

Untuk sementara, itu menjadi fokus BCN. Wiranto tahu betul, sudah banyak instansi di Indonesia memiliki tim cyber. Termasuk di antaranya institusi yang berada di bawah koordinasi Kemenko Polhukam. Namun, dia menilai harus ada wadah yang menaungi tim cyber tersebut. Sehingga komunikasi maupun koordinasi lancar dan terarah. Sebab, Indonesia termasuk salah satu negara yang jadi sasaran cyber attack. Persebaran hoax melalui internet adalah salah satu bukti nyata.

”Karena itu, butuh payung yang menaungi kegiatan cyber,” kata Wiranto. Selain menangkal hoax. Kegiatan cyber yang selama ini belum diproteksi juga turut menjadi perhatian. ”E-commerce, itu belum (diproteksi). Perbankan, kemudian masalah-masalah yang menyangkut jasa keuangan,” ucap mantan panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu. Menurut dia, semua bisa menjadi sasaran cyber attack. ”Makanya dibentuk Badan Cyber Nasional (BCN). Itu sudah lama kami rapatkan. Bukan hanya satu dua hari,” terangnya.

Pembentukan BCN melibatkan banyak instansi. Sebab, yang dilindungi dari cyber attack pun tidak sedikit. Sampai saat ini pembentukan BCN masih digodok oleh Kemenko Polhukam. Kepastian soal aktivitas kerja badan tersebut belum diungkap oleh Wiranto. Demikian pula dengan mekanisme kerja badan itu. Yang pasti, melalui rencana tersebut, Kemenko Polhukam menunjukan mereka concern terhadap cyber attack. Mereka punya itikad kuat untuk memerangi itu. (dn/yan/syn/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here