Suntikan Energi Baru

Sriwijaya Waspadai Lapisan Kedua

1

jabarekspres.com, Palembang – Persib Bandung mendapatkan suntikan mental dengan merapatnya dua pemain Maung Bandung yang baru saja mendapat pengalaman di Timnas Indonesia, yakni Achmad Jufriyanto dan Febri Hariyadi. Pertandingan kontra Sriwijaya FC, di Stadion Gelora Sriwijaya, hari ini (4/9).

Pelatih baru Persib Bandung Emral Amus mengaku, gembira dengan bergabungnya Achmad Jufriyanto baru saja tampil membela Timnas Indonesia dalam laga uji coba melawan Fiji, Sabtu (2/9) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Dalam laga yang berakhir 0-0 itu, Jupe bermain 90 menit di sektor bek tengah bersama Fachrudin W. Aryanto.

Sementara, Febri Hariyadi membela Timnas Indonesia U-22 pada ajang SEA Games 2017. Bersama skuad besutan Luis Milla, Febri membawa medali perunggu setelah Indonesia mengalahkan Myanmar dalam perebutan partai ketiga.

”Febri dan Jupe baru saja kembali dari Timnas Indonesia. Tentunya saya berharap mereka memiliki motivasi yang tinggi setelah kembali ke klub,” kata Emral.

Menurut Emral, ketika seorang pemain dipanggil timnas, maka kualitas harus meningkat: sisi teknik, mental maupun pengalaman.

”Mereka adalah pemain yang reguler bermain di klub dan hasilnya mereka dipanggil timnas. Tentu ada hal positif dan energi baru yang mereka bawa dari timnas untuk klub,” tuturnya.

Emral juga tetap mengandalkan Jupe saat menghadapi Palembang. Walau Jupe baru bergabung dengan tim pada Minggu pagi, Emral sudah memastikan kondisinya bugar. Sementara, Febri sudah beristirahat selama tiga hari setelah kembali dari SEA Games.

”Saya sudah bicarakan dengan pelatih fisik. Kondisi kebugaran Jupe tidak masalah dan kami bisa mengandalkan dia,” katanya.

Emral menegaskan, Persib Bandung membidik kemenangan atas Sriwijaya FC pada pekan ke-23 Liga 1. Persib ingin mempertahankan tren positif, yakni tak terkalahkan dalam empat laga terakhir.

Sementara itu, Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan mengklaim, kekuatan Persib Bandung di putaran kedua semakin dahsyat. Mereka tidak hanya berbahaya dengan masuknya striker Ezechiel N’Douassel. Ada yang lebih ngeri di skuad tim berjuluk Maung Bandung, yakni pergerakan second line-nya.

”Second line Persib justru lebih berbahaya dari pergerakan strikernya. Ini akan menjadi kewaspadaan tersendiri bagi lini pertahanan kami,” ungkap Hartono.

Hartono menjelaskan, Persib di putaran kedua lebih berbahaya karena mereka mendorong pemain di second line mengambil lebih banyak peran dalam mengobrak abrik pertahanan lawan. Tugas ini biasanya dijalankan Raphael Maitimo dan Michael Essien.

Perubahan ini hingga bisa antarkan Maitimo lebih bersinar musim ini. Gelandang naturalisasi berdarah Belanda ini mampu cetak hat-trick perdananya di Persib Bandung saat Persib mengalahkan Persegres Gresik United 6-0. Total, gelandang yang pernah memakai jersey Sriwijaya FC ini telah bukukan tujuh gol dari 18 penampilan.

Sementara Essien, di mata Hartono, juga mengalami perubahan tugas di putaran kedua. Mantan gelandang Chelsea itu didorong main lebih ke depan di belakang striker. Beda dengan tugasnya di putaran pertama yang ditempatkan gantung di belakang.  Tepat di depan empat bek Maung Bandung untuk mempertebal pertahanan.

Jika ingin hindarkan diri dari kekalahan, jangan biarkan Maitimo dan Essien menari-nari alias menguasai bola mendekat ke jantung pertahanan Sriwijaya FC. ”Peran berbeda Maitimo dan Essien inilah yang harus diwaspadai. Pergerakan mereka liar di tengah jadi butuh pengawasan ekstraketat. Jangan sampai lengah sedikitpun,” ingatnya.

”Jika untuk striker mereka Ezechiel, sudah.menjadi tugas bek untuk mengawal dan mematikan. Agar tidak menyulitkan, Maitimo dan Essien harus dipersempit geraknya,” ujarnya sambil menugaskan pemain terdekat mematikan Maitimo dan Essien. (kmd/ion/rie)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here