SPLU PLN, Layani listrik Masyarakat di Tempat Umum

8

jabarekspres.com, BANDUNG – Perkembangan kendaraan listrik, baik sepeda, motor maupun mobil listrik, semakin diterima di Indonesia saat munculnya dukungan dari pemerintah.

Jauh sebelum itu, PLN telah melihat tantangan ini dan mendukung perkembangan teknologi ramah lingkungan ini dengan menyediakan infrastruktur yang diperlukan, salah satunya berupa Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU).

Saat ini PLN Distribusi Jawa Barat sudah mengoperasikan 23 SPLU yang tersebar di sejumlah lokasi di Jawa Barat. SPLU yang dikembangkan PLN sejak 2015 ini, antara lain dapat dijumpai di Tasikmalaya, Garut, Cirebon, Purwakarta, Karawang, Sumedang, Majalaya, Bandung, Cimahi, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Bogor, Gunung Putri, dan Depok.

Di Bandung sendiri, SPLU mulai dioperasikan di pasar Kiaracondong sekitar awal tahun 2017. Dalam Rangkaian Hari Pelanggan Nasional, (11/09) PLN Area Bandung meresmikan SPLU di Taman Cikapundung River Spot. Hadir dalam acara Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, GM PLN Disjabar Iwan Purwana, Manajer Area Bandung Sumarno beserta manajemen.

”Sampai saat ini, jumlah SPLU di Kota Bandung sudah ada di 15 titik. Keberadaan SPLU akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan konsumen dan berkembangnya teknologi, termasuk kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum. Hingga akhir tahun ini, ditargetkan sudah ada 26 titik SPLU khusus di Kota Bandung,” papar GM PLN Disjabar Iwan Purwana.

Keberadaan SPLU juga diharapkan dapat melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum, seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pedagang kaki lima (PKL) serta mencegah adanya pencurian listrik yang membahayakan.

Pengoperasian SPLU mengadopsi sistem prabayar. Untuk menggunakannya, masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan atau nomor kWh Meter yang tercantum di SPLU yang akan digunakan.

Iwan memerinci, SPLU sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe hook yang dapat ditemui di tiang-tiang milik PLN, dan tipe standing yang menjadi suatu bangunan tersendiri. SPLU tipe hook terdiri dari 2 kWh Meter dan setiap meter memiliki daya 5.500 VA.

Sedangkan SPLU tipe standing terdiri dari 4 kWh Meter. Daya dari masing-masing kWh Meter tersebut juga bisa ditingkatkan menjadi 11.000 VA. Dengan kapasitas daya tersebut, SPLU mampu menyuplai listrik untuk charging kendaraan listrik yang memiliki daya bervariasi antara kisaran 500 –2.500 Watt.

”Masyarakat dapat meminta kepada PLN untuk memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya dapat terpenuhi, termasuk sebagai charging station kendaraan listrik yang akan lebih pas bila diletakkan di tempat parker,” pungkasnya. (rls/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here