Segera Tangani Korban Pasca Banjir Bandang

68
banjir bandang
KUNJUNGI KORBAN : Sekda Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira mengunjungi sungai yang kemarin sempat meluap dan menghancurkan rumah warga.

SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung dengan dibantu unsur terkait akan segera melakukan relokasi korban pasca bencana Banjir Bandung di Kecamatan Pasir Jambu dan Kecamatan Ciwidey.

Banjir yang menyebabkan kerugian baik materil maupun moril.

Mendapat perhatian serius dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira.

Dirinya memastikan Pemerintah Kabupaten Bandung akan melakukan penanganan efektif dan terintegrasi baik untuk penanganan darurat maupun pasca bencana.

“Kita akan pastikan, penanganan banjir bandang Ciwidey ini akan lebih efektif untuk aksi di lapanganm’jelas dia ketika ditemui disela-sela melakukan kunjungan langsung ke lokasi benacana kemarin (4/5)

Menurutnya, beberapa dinas akan terlibat sesuai dengan porsi kewenangannya masing-masing, baik untuk darurat bencana maupun pasca bencana.

“Beberapa pihak terkait ini agar segera mengambil langkah cepat. Bukan saja perbaikan infrastruktur jalan dan rumah yang rusak parah, namun rumah terkena dampak banjir yang ada di bantaran sungai agar segera dievakuasi, guna mencegah hal serupa terulang kembali lagi,” ucap dia

Dirinya telah mengkoordinasikan penanganan tanggap darurat yang dilaksanakan oleh dinas teknis, terutama untuk beberapa masalah penting terkait Pengungsian (pendataan para korban, kebutuhan dan distribusi bantuan, tempat tinggal sementara), bantuan korban (pendataan jenis dan jumlah kebutuhan).

“Selain itu harus segera dilakukan pemulihan infrastruktur dasar (air, listrik, tempat tinggal) serta pemulihan fasilitas umum (sekolah, dan lainnya). Tak kalah penting juga koordinasi dengan Perhutani perlu segera dilakukan lebih serius. Ini terkait dengan alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian,” tuturnya

Namun, terkait alih fungsi lahan, pihaknya hanya merumuskan bersama jalan keluar baik dari segi kewenangan perangkat daerah untuk mengelola hutan-hutan yang beralih fungsi.

“kita akan lihat segi aktivitas perekonomian masyarakat juga yang tinggal di kawasan tersebut, bahkan kita akan sampaikan laporannya pada Gubernur Jawa Barat,”jelas

Setelah melihat rumah-rumah yang akan diperbaiki pascabanjir, ada kendala teknis yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam melakukan renovasi. Pasalnya, mayoritas rumah yang rusak akibat banjir itu berada di daerah aliran sungai (DAS) Ciwidey.

“Sebetulnya kan itu tidak boleh, karena ada peraturannya jarak antara sungai dengan rumah itu sekurang-kurangnnya lima meter, kami akan berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang),” ujar dia

Sementara itu, ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bandung Agus Yasmin mengungkapkan banjir bandang Sungai Ciwidey sama halnya dengan banjir bandang yang terjadi di Sungai Cimanuk Kabupaten Garut pada 20 September 2016 silam, yang diakibatkan kerusakan lingkungan di kawasan hulu sungai.

“Karena itu alangkah berartinya jika aparat penegak hukum dalam hal ini Polda Jabar maupun KPK turun tangan menyelamatkan lingkungan hulu Ciwidey untuk melestarikan alam demi rasa ketenangan dan keadilan masyarakat Ciwidey dan Pasirjambu khususnya,” tandas Kang AY,

Seperti pada bencana banjir bandang Garut, Polda Jabar pun akhirnya menetapkan tujuh corporate wisata dan perkebunan sebagai tersangka perusakan hulu Sungai Cimanuk. Sementara untuk KPK sendiri, sudah mencanangkan Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA) yang sudah menandatangani MoU dengan Pemprov Jabar pada 10 Februari 2017.

Agus membeberkan dari informasi yang diterimanya dari masyarakat Ciwidey, kerusakan lingkungan di hulu Ciwidey antara lain akibat berubahnya fungsi lahan dari hutan menjadi perkebunan sayur. Salah satunya lokasi Penanaman Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) yang sudah berubah fungsi menjadi hutan wisata.

“Ada juga ratusan hektar lahan PHBM yang berubah fungsi menjadi perkebunan palawija seperti tanaman kentang. Selain itu, ada pengembangan obyek wisata di kawasan hulu Sungai Ciwidey, yang tidak sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” tandas Agus.(rus/yan)



TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.