RSUD Cikalongwetan Kekurangan Anggaran

RSUD Cikalongwetan
FASILITAS TERBARU : RSUD Cikalongwetan melengkapi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat setelah rumah sakit lainnya di Kabupaten Bandung Barat. Pengoperasiannya akan dilakukan pada Agustus mendatang.

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Pemkab Bandung Barat akan memberikan perhatian khusus terhadap kekurangan anggaran untuk  melengkapi tenaga medis dan fasilitas medis di RSUD Cikalongwetan. Hal itu diungkapkan Bupati Bandung Barat Abubakar usai menghadiri halal bihalal dan soft opening RSUD Cikalongwetan, Kamis (27/7). “Kekurangan anggaran menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, untuk sementara, kita optimalkan saja yang sudah ada dulu agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan,” tegas Abubakar.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat ini mengungkapkan, RSUD Cikalongwetan akan segera dioperasikan pada awal Agustus nanti. Peresmian itu rencananya akan dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Saat ini, lanjut dia, sejumlah fasilitas di RSUD Cikalongwetan sudah mulai dilengkapi. Begitu juga dengan alat-alat kesehatan, sudah memadai. “Saya lihat fasilitas alat kesehatan sudah canggih,” katanya.

Dia juga meminta kepada sejumlah tenaga medis untuk menguji coba alat-alat tersebut untuk memastikannya berfungsi dengan baik. Dengan demikian, seusai peresmian nanti, pelayanan bisa dilakukan dengan optimal. Abubakar menambahkan, RSUD Cikalongwetan diharapkan bisa memfasilitasi layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Bahkan, dengan letaknya yang berada di jalan nasional, rumah sakit itu bisa dimanfaatkan oleh warga di daerah perbatasan, yakni Purwakarta. “Pertolongan rumah sakit itu tidak terbatas oleh administratif. Boleh dari Bandung juga ke sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan KBB Pupu Sari Rohayati membenarkan, saat ini RSUD Cikalogwetan masih kekurangan tenaga medis, terutama dokter spesialis. Dari kebutuhan 240 tenaga medis, baru tersedia 84 orang. “Khususnya untuk dokter spesialis, seperti radiologis masih kosong. Ini secara bertahap akan dilengkapi sesuai dengan anggaran,” katanya.

Pupu mengungkapkan, RSUD Cikalongwetan melengkapi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat setelah RSUD Cililin dan RSUD Lembang. RSUD Cikalongwetan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat KBB, terutama di wilayah Cikalongwetan, Cipeundeuy, dan sekitarnya. “RSUD Cikalongwetan telah menerima nomor registrasi 3217007 dari Kementerian Kesehatan pada 20 Juli kemarin,” paparnya.

Seperti diketahui, rencana pembangunan RSUD Cikalongwetan telah dimulai sejak 2008 lalu dengan uji kelayakan. Pada 2011, dibuat masterplan dan pada 2012 dibuat detail engineering design (DED). Akhir 2015, pembangunan fisik dimulai, ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Bandung Barat Abubakar.

Pembangunan rumah sakit tersebut menelan anggaran sekitar Rp130 miliar dari APBD kabupaten, provinsi, dan pusat. Sementara proyek pelaksana pembangunan tersebut diserahkan kepada PT Nindya Karya.
Rumah sakit tipe C ini memiliki luas lahan 2,4 hektare dengan luas bangunan 134.000 meter persegi. Fasilitas di dalamnya mencakup beberapa ruang perawatan, yaitu VVIP 2 pasien, VIP 6 pasien, kelas I sebanyak 9 pasien, dan sisanya kelas II dan III. (drx)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here