Rotasi Kepsek, Jangan Ada Praktik Tipu-Tipu

150
SESUAI KEBUTUHAN: Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadidi berencana melakukan rotasi kepala sekolah, hal itu lantaran ada beberapa kepala sekolah yang menjabat dua periode.

jabarekspres.com, BANDUNG – Komisi V DPRD Jawa Barat mengimbau kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk memastikan proses rotasi kepala sekolah. Terutamanya dalam proses seleksi terbuka jauh dari praktik tipu menipu ataupun titip menitip.

”Dewan minta ke Disdik Jabar. Agar rotasi kepala sekolah ini dijamin bebas praktik di luar system lah, tipu-tipuan, titip-titipan. Ya intinya jangan pakai gaya-gaya lama lagi. Karena kita harus move on dari gaya lama,” tutur anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Abdul Hadi Wijaya ke Jabar Ekspres di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, belum lama ini.

Menurut Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Barat itu saat ini praktik tersebut sudah tidak relevan mengingat segala informasi sudah sangat terbuka. Sehingga, jika ditemukan ada praktik, justru akan menjadi citra buruk, baik kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat maupun orang yang melakukan praktik menipu tersebut. ”Jadi, saya titip jangan coba-coba melakukan proses yang tidak sesuai sistem atau diluar sistem yang telah ditentukan,” jelasnya.

Selain itu, karena saat ini sudah jelas ada regulasi yang mengatur soal rotasi kepala sekolah. Sehingga sudah menjadi kewajaran program rotasi kepala sekolah harus dilakukan baik karena kondisi adanya kekosongan, pensiun, meninggal. Selain itu yang paling utama lantaran sudah menjabat dua periode atau selama 8 (delapan) tahun.

”Rotasi sekolah ini sudah ada aturannya dari Pemerintah Pusat (Kementian Pendidikan dan Kebudayaan). Sehingga sudah sepatutnya memang Disdik Jabar melakukan rotasi kepala sekolah ini dan saya lihat pun Kepala Dinas Pendidikan Jabar sudah melakukannya per 2017 ini,” terangnya.

Disisi lain, proses seleksi terbuka kepala sekolah yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merupakan hal yang baik untuk mengukur kapasitas calon kepala sekolah, terutamanya mengenai kemampuan ataupun kapasitas menjadi kepala sekolah. ”Sehingga, dengan proses terbuka itu. Minimal akan ada landasan, jadi kepala sekolah itu dan akan ada dorongan terhadap calon kepala sekolah, untuk terus meningkatkan wawasan dan kemampuan mengingat persaingan ketat dan terukur dalam proses seleksinya,” katanya.

Ada Pelanggaran, Dewan Minta Disdik Jabar Tegas

Adapun mengenai pengawasan terhadap program rotasi sekolah tambah Abdul Hadi, DPRD Jawa Barat akan mengawasi prosesnya. Meski demikian, Dewan sebatas mengawasi tidak ke dalam penindakan karena tidak dalam kapasitasnya, karena penindakan wewenang dari Dinas Pendidikan Jabar.

”Pengawasan? Kami tentu akan mengawasi. Hanya kami sebatas mengawasi saja selebihnya penindakan ke Disdik Jabar,” tambahnya.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Barat Cucu Sukmana menuturkan mengenai rotasi kepala sekolah sebaiknya Dinas Pendidikan Jawa Barat mengacupada aturan yang ada yaitu, Peraturan Pemerintah atau PP No. 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan PP 74 Tahun 2008 Tentang Guru. ”Dan terutamanya harus disinkronkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Tentang Guru yang rencananya akan diterbitkan di awal 2018,” tuturnya.

Selain itu, rotasi kepala sekolah pun seharusnya melalui mekanisme aturan yang ada, yaitu telah melalui proses Diklat Kepala Sekolah yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Solo.

”Jadi, jangan sampai nantinya ada kepala sekolah yang sudah ditugaskan atau di SK-kan tetapi ternyata belum mengikuti Diklat Kepsek Kemendikbud  RI, karena nantinya dikhawatikan akan menjadi stigma negatif Disdik Jabar yang dinilai tidak taat terhadap Permen (Peraturan Menteri) atau PP (Peraturan Pemerintah),” katanya.

Dia tak mengharapkan kejadian di DKI dengan adanya gugatan soal rotasi kepala sekolah terjadi pula di Jabar. Adapun untuk prosesnya seleksi terbuka, dia mempersilakan hal itu, namun tetap yang menjadi prioritas adalah calon kepala sekolah yang sudah lulus diklat oleh Kemendikbud.

”Dengan begitu, tidak akan ada lagi Kepsek Plt atau yang kosong, dan saya tekannkan sebaiknya Disdik Jabar mengambil calon Kepsek dari yang sudah lulus diklat,” harapnya.

Disisi lain, Cucu menilai yang harus menjadi catatan Disdik Jabar soal proses seleksi kepala sekolah seharusnya hanya sebagai assignment saja, karena yang menjadi prioritas adalah calon kepala sekolah yang sudah lulus diklat Kemendikbud RI. ”Kemudian, soal periodisasi itu memang harus dilakukan dan kalau bisa bagi Kepsek yang berprestasi itu kenapa tidak dilanjutkan. Tetapi yang harus menjadi catatan prestasinya itu harus jelas, harus ada parameternya,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan, proses rotasi sekolah sudah dilakukan mulai 2017, dan beberapa waktu lalu telah melakukan proses seleksi terbuka untuk calon kepala sekolah SMA, SMK dan SLB Negeri. ”Seleksi terbuka ini bertujuan untuk mengisi kekosongan Kepala Sekolah SMA,SMK dan SLB Negeri karena batas usia pensiun, meninggal dunia, pindah tugas dan mengundurkan diri serta penegerian sekolah baru,” tuturnya.

Ahmad menambahkan, seleksi terbuka kepala sekolah beberapa waktu lalu, telah diikuti lebih dari 908 peserta, dan nantinya akan mengisi kekosongan 30 sekolah di Jawa Barat. Rincian 30 sekolah tersebut diantaranya; 4 (empat) sekolah di Kabupaten Bekasi, 2 (dua) di Kota Bekasi, 2 di Kabupaten Bogor, 2 di Kabupaten Ciamis, 3 di Kabupaten Bandung, 4 di Kabupaten Ciamis, 3 di Kabupaten Kuningan, 2 di Kabupaten Tasikmalaya, 1 di Kabupaten Garut, 1 di Kabupaten Majalengka, 1 di Kabupaten Indramayu, 2 di Kabupaten Cirebon.

”Dan Satu di Kabupaten Sukabumi, Dua di Kabupaten Subang, Satu di Kabupaten Purwakarta, dan Satu untuk di Kota Bandung,” tambahnya.

Diharapkan melalui proses seleksi terbuka ini kata Hadadi, kepala sekolah yang lulus baik dari dari segi kualitas dan kapasitasnya untuk memimpin sebuah sekolah dan mampu membawa sekolahnya meningkatkan daya saing. (mg2/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here