Rinaldy A. Yunardi, Perancang Aksesori yang Mendesain Sepatu Katy Perry

Awalnya Iseng Membuat Tiara di Pabrik Elektronik

GLENDY BURNAMA/JAWA POS
LANGGANAN SELEBRITI: Rinaldy A. Yunardi di showroom aksesorinya. Karya Rinaldy kini dipakai banyak selebriti dunia. Terakhir, karya paling fenomenal adalah mendesain sepatu Katy Perry.

Satu lagi desainer Indonesia yang bersinar di dunia internasional. Setelah Tex Saverio mendesain gaun untuk Jennifer Lawrence dalam film Catching Fire, giliran Rinaldy A. Yunardi yang merancang sepatu untuk penyanyi Katy Perry dalam klip video terbarunya, Chained to The Rhythm.

GLANDY BURNAMA, Jakarta

MEMASUKI showroom desainer yang akrab disapa Yungyung itu, mata dimanjakan dengan keindahan berbagai aksesori. Mulai kalung, tiara, hiasan rambut, gelang, cincin, topi, hingga sepatu. Tak ada yang jelek. Ada taburan kristal swarovski, mutiara, payet, miniatur bunga atau hewan, rumbai, kain, bulu sintetis, dan akrilik yang menambah cantik aksesori.

Konsepnya pun bermacam-macam. Ada yang terkesan anggun, misterius, girlie, edgy/unik, serta etnik/tradisional. ’’Inspirasi konsepnya bisa datang dari mana saja,’’ kata Yungyung ketika ditemui di workshop-nya, kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat siang (31/3).

Selama ini Yungyung dikenal sebagai spesialis aksesori di Indonesia. Banyak kliennya yang dari kalangan selebriti. Sebut saja, antara lain, diva Indonesia yang kini tinggal di Prancis Anggun C. Sasmi, penyanyi Andien, Syahrini, musisi Melly Goeslaw, aktris Chelsea Olivia dan Sandra Dewi.

”Ada yang pesan untuk konser, koleksi pribadi, fashion show, maupun untuk pernikahan,” kata Yungyung.

Memulai karir sebagai desainer aksesori pada 1996, pria 46 tahun itu tidak pernah menempuh kursus atau pendidikan formal di bidang desain perhiasan dan aksesori. Sedikit ilmu diperoleh ketika dia bekerja sebagai staf marketing di perusahaan desainer gaun pengantin mendiang Kim Thong pada 1990-an.

Namun, Yungyung akhirnya memutuskan berhenti bekerja karena diminta membantu di pabrik barang elektronik milik kakaknya. Suatu hari dia iseng membentuk akrilik dan kawat menjadi sesuatu.

”Ternyata hasilnya bagus dan mirip tiara. Dari situlah saya mulai tertarik membuat desain aksesori,” ujar pria kelahiran Medan, 13 Desember 1970, itu.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR