Radio Harus Buat Siaran Bahasa Sunda dan Inggris

taman radio
FAJRI ACHMAD NF / JABAR EKSPRES
TAMAN TEMATIK: Pengunjung menikmati suasana di Taman Radio, Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Jumat (19/5). Taman Radio yang digadang-gadang pertama dan satu-datunya di Indonesia bahkan di dunia ini diersmikan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil.

jabarekspres.com, DAGO – Pemerintah Kota Bandung kembali meresmikan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai sarana rekreasi warga di Jalan Ir. Djuanda (Dago), kemarin (19/20). RTH baru yang dinamakan Taman Radio ini melengkapi taman-taman tematik yang sudah dibangun.

Wali Kota Ridwan Kamil mengatakan, taman ini bisa digunakan oleh radio yang ada di Kota Bandung untuk menggelar event.

”Tamn ini belum sempurna. Nanti kita sempurnakan. Ada erea duduknya dan amphiteater-nya. Sehingga kegiatan di sini bisa interaktif dan menunjang kegitaan keradioan,” trang Emil.

Dia pun menganjurkan kepada komunitas-komunita untuk mengajukan proposal dalam mengelola taman-taman temaktik di Kota Bandung. ”Baik komunitas gunung, motor, apa pun kami welcome, karena Kota Bandung ini tidak bisa dipelihara sendiri oleh pemerintah,” ujar dia.

Emil berpesan kepada para industry radio agar membuat program berbasaha Sunda di Hari Rabu dan Bahasa Inggris di Hari Kamis.

”Semoga dengan program-program yang membuat inovasi-inovasi ini warga Bandung bisa jauh lebih terdidik, lebih keren, lebih ngamumule 9melestarikan) budaya dan lebih kompetitif,” ujar Emil.

Dia pun akan terus monitor kegiatan di taman ini. Emil akan turun ikut siaran dalam Bahasa Sunda dan Inggris. Karena saat ini, radio punya teknologi OB fun.

Lebih jauh, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, dia berharap agar perasaan warga bangkit. Warga harus gelisah dan bangkit dari rasa cemas akibat perang informasi yang tidak benar.

”Jadi antar kelompok jangan saling menjatuhkan. Lebih baik kita habiskan energi dengan bangkit membangun, berkarya, membuat kredibilitas ketimbang membahas hal-hal yang muter-murer. Itu akan  membuat warga kita tidak produktif dan tidak maju,” tutup Emil. (mg1/fik)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR