Posyandu Wijayakusumah Punya 15 Inovasi

Jadi Wakil Jabar Lomba Posyandu Tingkat Nasional

0

jabarekspres.com, COBLONG – Posyandu Wijayakusumah mempunyai lebih dari 15 inovasi yang lantas menghantarkannya menjadi delegasi Jawa Barat pada Lomba Posyandu tingkat nasional. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, inovasi tersebut merupakan hasil dari perubahan pola pikir yang pemerintah kota tanamkan kepada para kader.

”Bagi pemerintah kota, menjadi yang terbaik itu tidak hanya sebatas memberikan fasilitas fisik. Tapi pertama, yang saya ubah adalah pola pikirnya. Yaitu bagaimana setiap lembaga harus bisa berinovasi dalam hal apapun, bermula dari pemecahan masalah,” ujar Emil –sapaan Ridwan Kamil saat memberikan sambutan pada verifikasi Lomba Posyandu Tingkat Nasional di Posyandu Wijayakusumah, RW 13 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, belum lama ini.

Posyandu yang melayani 119 bayi dan balita pada 2017 ini memiliki banyak program inovatif.

Salah satunya adalah Kader Sayang Balita (Kasaba) yang memberikan layanan pijat bayi, sekaligus melatih para orang tua untuk memijat bayinya sendiri. Program yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Borromeus itu bertujuan agar bayi selalu sehat, nyaman, dan meningkatkan kualitas penyerapan Air Susu Ibu (ASI).

Selain melakukan pijat bayi di Posyandu, ada pula layanan online Kasaba di mana para kader bisa dipanggil untuk melakukan pijat di rumah. Pada saat memberikan pelayanan, para kader juga akan memberikan penyuluhan dan konsultansi mengenai kesehatan dasar bagi ibu dan anak.

Selain program-program kesehatan dasar, Posyandu Wijayakusumah juga menambah meja baru setiap hari buka Posyandu. Meja tersebut diisi dengan desk layanan konsultansi bagi anak berkebutuhan khusus oleh psikolog yang didanai dari swadaya masyarakat. Warga yang melakukan konsultasi tidak dipungut biaya apapun. Di meja yang sama, warga juga bisa mendapatkan pengetahuan tentang perlindungan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi.

Ada pula meja layanan konsultansi ekonomi bagi warga yang datang ke Posyandu. Di sana, warga yang memiliki karya untuk dijual bisa memanfaatkannya untuk media promosi dan ruang pamer. Tak jarang warga memanfaatkan desk ini untuk berbagi informasi seputar bidang sosial dan ekonomi.

Melalui dana swadaya masyarakat dan donasi, Posyandu Wijayakusumah juga memiliki fasilitas ambulans yang tidak hanya digunakan untuk RW 13 saja, tetapi untuk siapapun yang membutuhkan. Ambulans tersebut seringkali digunakan untuk mengantar jenazah dan untuk keadaan darurat.

Ketua Posyandu Wijayakusumah Imas Masriah mengatakan, dalam setahun pihaknya juga melaksanakan program lain di luar urusan bayi dan balita. Seperti pemantauan jentik nyamuk untuk mencegah penyakit demam berdarah. Ada pula tim Pos Patih, atau Pemantau Kebersihan, yang bertugas untuk berkeliling di sekitar RW untuk mengajari anak-anak agar membuang sampah pada tempatnya.

”Kami kerahkan kader di tiap RT agar setiap orang sadar akan pentingnya kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya,” tutur Imas.

Inovasi lainnya yang dilakukan Posyandu Wijayakusumah adalah program Dana Sehat. Program ini semacam dana asuransi kesehatan bagi warga. Dengan premi sebesar Rp 500 per jiwa, Posyandu ini telah memiliki dana kesehatan untuk masyarakat sebesar Rp 15,25 juta.

”Anggotanya saat ini sudah mencaai 80 persen dari jumlah penduduk,” imbuh Imas.

Sejalan dengan konsep smart city yang diusung pemerintah kota, Posyandu Wijayakusumah juga sudah terkoneksi dengan e-Posyandu. Program ini merupakan portal database kesehatan bayi dan balita se-Kota Bandung yang langsung terkoneksi ke Dinas Kesehatan.

”Jadi jika ada bayi atau balita yang menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas gizi, ada notifikasi ke Dinas Kesehatan agar segera diberikan penanganan,” jelas Imas.

Inovasi-inovasi tersebut diapresiasi oleh tim verifikasi dari pemerintah pusat. Ketua tim verifikasi Aam menilai bahwa Posyandu Wijayakusumah telah sejajar dengan Posyandu-posyandu terbaik di tingkat nasional.

”Tahun ini ada enam posyandu yang menjadi nominator Posyandu terbaik di tingkat nasional, yaitu Kota Bandung di Jawa Barat, Bandar Lampung di Provinsi Lampung, Samarinda di Kalimantan Timur, Mojokerto di Jawa Timur, Solok di Sumatera Barat, dan Pagar Alam di Sumatera Selatan,” katanya. (rls/fik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here