Pola Hidup Bersih, Kurangi Biaya Kesehatan

1
pemprov jabar
BERIKAN SAMBUTAN: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tengah memberikan arahan tentang pola hidup bersih di masyarakat pada acara penandatanganan pengelolaan sampah.

jabarekspres.com, BANDUNG – Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat harus melakukan kebersihan dilingkungannya dengan cara berprilaku hidup besih.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pola hidup sehat ternyata dapat berpengaruh hingga 75% meningkatkan kualitas kesehatan.

Hal ini, sebenarnya tidak berbanding lurus dengan keberadaan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan tersediannya obat-obatan yang hanya mengcover sekitar 20 persen saja dari penduduk Jawa Barat yang sakit.

“Jadi seandainya seluruh penduduk Jabar sakit semuannya jelas rumah sakit yang ada tidak akan mampu memberikan pelayanan,”jelas Heryawan ketika ditemui di Gedung sate kemarin (7/9)

Untuk itu, penerapan hidup sehat setidaknya harus sesui dengan pola hidup sehat dengan menjaga lingkungan dan perilaku hidup bersih.

Heryawan mencontohkan, sebuah prilaku yang snagat sederhana dengan ikut berperan menangani sampah rumah tangga sudah berperan menurunkan biaya kesehatan.Sehingga, ketika sampah tertangani dengan baik, maka akan menurunkan biaya kesehatan yang sangat banyak. Begitu pula dengan keberadaan sungai-sungai yang memiliki air yang layak digunakan.

Heryawan mengatakan, pemerintah kabupaten/kota memiliki urusan wajib untuk menangani sampah sedangkan provinsi memberikan pengelolaan dalam bentuk penampungan sampah.

Sehingga, untuk pengelolaan sampah diperlukan koordinasi dan penanganan secara baik. Termasuk, pengadaan tempat pengelolaan sampah regional terpadu.

Tempat Pengelolaan sampah bisa saja dimiliki sendiri oleh pimpinan daerah Kabupaten/kota pimpinan dengan melalkukan kerjasama atau berinvestasi di sektor pengolahan sampah. Dengan begitu, anggaran biaya kesehatan bisa dipangkas karena masyarakatnya lebih sehat.

“Jangan ragu untuk berinvestasi dalam pengolahan sampah, sebab semahal apapun investasinya, ini berpengaruh pada penghematan anggaran, sebab nanti akhirnya biaya kesehatan akan semakin rendah gara-gara lingkungan hidup kita sehat karena terpelihara, terkelola sampahnya dengan baik. Termasuk juga air bersih,” paparnya lagi.

Selain itu, penyebaran air bersih di Jawa Barat sudah mencapai 71 persen. Jumlah ini terus meningkat bila dibandingkan 2008 lalu yang hanya 55%.

“Penyebaran air bersih terus ditingkatkan guna mendongkrak perolehan dan pendayagunaan akses air bersih untuk masyarakat,”kata Heryawan .

Untuk merealisasikan ini semua, Pemerintah Provinsi Jabar telah menandatangani Naskah Addendum Perjanjian Kerja Sama Tentang Pelayanan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Nambo untuk Wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok.

Selain itu, ada kesepakatan bersama antara Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum Regional Metropolitan Cirebon Raya (Jatigede) dan Regional Metropolitan Bandung Raya.

“Jadi pada hakekatnya merupakan bukti bahwa Pemprov Jabar berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar,”pungkas Heryawan (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here