Pertahankan NKRI dan Pancasila

Menguat dalam Focus Group Discussion Najmuststaqib

0
Najmuststaqib
DEMI NKRI: Najmuststaqib menggelar Focus Group Discussion-FGD) dengan tema Khilafah dan Pancasila yang digelar di Hotel Sutan Raja, Soreang, baru-baru ini

jabarekspres.com, BANDUNG – Sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan, NKI dan Pancasila, Najmuststaqib menggelar Focus Group Discussion-FGD), dengan tema Khilafah dan Pancasila yang digelar di Hotel Sutan Raja, Soreang, Sabtu (17/6).

Dikusi tersebut dihadiri oleh oleh 15 utusan ormas Islam di Kabupaten Bandung yakni, Ustad Luthfi Affandi (Jubir DPD I HTI Jabar), Ustad Firman (Jubir Gema Pembebasan Bandung Raya), H Dede Sumpena (Ketua Pagar Nusa NU Kabupaten Bandung), H Asep Saepudin (Ketua Himpunan Santri Serba Guna-Hasbuna NU Kabupaten Bandung), Ustad Hari Nugraha (Ketua Komite Peduli Umat Bandung-KPUB), Ustad Ir Abu Ghifari (Ketua Forum Tazkiyatun Nufus/Mantan Staf Mantiqi II Jamaah Islamiyyah), Iji Jaelani (PMII Kabupaten Bandung), H. Deni Solehudin (Mantan Ketua PD Pemuda Persis Kabupaten Bandung), Ipang F.A. (Koordinator Bidang Kepemudaan Forum Pelajar dan Mahasiswa Islam-FPMI Bandung Raya), Ustad Suryana Nurfatwa (Panglima Pagar Aqidah-Gardah Kab.Bandung), (Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus-BKLDK Jabar).

Ustad Lutfi Affandi (Jubir HTI Jabar) memaparkan tentang Khilafah Ajaran Islam, Mengapa demikian?  Dikatakannya, secara normatif khafilah ada tiga yakni ukhuwah, penegakkan syariah dan yang ketiga dakwah

”Seluruh ajaran islam, mencetak SDM yang berkarakter dan berakhlak mulia, mengkritisi per Undang-undangan liberal yang merugikan Indonesia. Kemudian, menentang gerakan separatisme dan upaya disintegrasi, terlibat dalam usaha membantu para korban bencana,” tutur Lutfi.

”Dakwah HTI bertujuan Indonesia menjadi lebih baik, jangan sampai dituding makar, dan bertentangan dengan Pancasila. Faktanya orang yang mengatakan pancasilais  banyak yang berprilaku tidak pancasilais (korupsi, penjualan aset pemerintah, dan lain-lain),” paparnya.

Sementara itu, Mashun Sofyan dari BKLDK Jabar mengatakan,  spirit bersama dalam menegakkan Islam dan bersatu tidak terpecah-pecah dalam mengamalakan ajaran Islam. ”Permasalahan generasi yang kuat saat ini menjadi bahan pemikiran bersama permasalahan narkoba dan seks bebas yang akan merusak generasi bangsa,” tuturnya.

Menanggapi isu khilafah BKLDK siap menjalankan nilai-nilai Islam yang bisa menjaga keutuhan NKRI.

Senada dengan Mashun Sofran, Ustad Suryana Nurfatwa dari Ketua Pagar Akidah/Gardah menyebutkan, pemimpin umum dalam Islam itu Kholifah, sementara yang menjadikan pemimpinnya yaitu sebuah khilafah.

”Pancasila itu dibentuk oleh para kaum muslimin yang diambil dari ajaran Islam, jadi kalau orang Islam tidak pancasilais jadi aneh karena Islam yang menyusun dan membuat oleh tokoh-tokoh Islam,” katanya.

Sementara itu, Ustad Abu Ghifari (Perwakilan Tazkia Forum/Tazkiyatun Nufus) mengatakan, Pancasila lahir bukan dari Islam. ”Namun Pancasila berdiri oleh adanya orang-orang Islam, dan yang berpendapat bahwa Pancasila yang lahir pada 18 Agustus. Hal itu masih diperdebatkan. Apakah pemerintah itu benar atau tidak, presiden kan muslim, kapolri muslim, mayoritas anggota DPR juga muslim, jadi pemerintah Indonesia ini Islam tak perlu ada khilafah. Sehingga dalam bertatanegara sebagai Umat Islam mengikuti ajaran yang benar sesuai ajaran Islam dan menjauhi ajaran dan perintah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam,” harapnya.

Di akhir diksusi disimpulkan jika khilafah adalah bagian dari syari’at Islam, namun perlu waktu dan pertimbangan untuk ditegakkan segera karena sebagian besar masih berbeda pendapat.

Meskipun sepakat dengan syari’at Islam, sebagian besar mendorong pemenuhan syarat khilafah yaitu pemenuhan tauhid, iman, amal soleh terlebih dahulu, bukan justru melakukan gerilya politik, seperti yang dilakukan oleh HTI. (a2/tie/rie)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here