Persib Masih Monoton di Pembuka Laga

Zola Mengaku Sangat Kecewa

11
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/JABAR EKSPRES
BELUM BERKEMBANG: Pemain Persib Bandung Gian Zola dijatuhkan lawannya dari Arema FC pada pertandingan pembuka Liga 1 Indonesia 2017 di Stadion GBLA, Kota Bandung, Sabtu (15/4). Persib Bandung harus puas berbagi poin satu dengan Arema FC.

jabarekspres.com, BANDUNG – Kapten Persib Bandung Atep Rizal mengakui Singo Edan membangun lini pertahanan yang solid. Duet Arthur Cunha dan Jad Noureddine sangat kokoh dalam menyaring serangan di jantung pertahanan.

Atep mengatakan, timnya memang kerepotan untuk membongkar pertahanan tim lawan. ”Arema juga tampil bagus khususnya dalam organisasi, kami belum mampu menembus pertahanan mereka. Ini menjadi pelajaran buat kami untuk belajar lagi ke depan,” kata Atep kepada wartawan.

Selain mantapnya pertahanan, Atep juga mengaku bahwa Persib penyerangan timnya juga kurang menggigit. Pola serangan selalu dibangun dengan cara yang sama dan skema itu sudah dibaca oleh lawan. Gelandang Arema menutup pasokan bola menuju kedua rusuk permainan sejak dini. Ditambah pressing ketat dari kedua full back asuhan Aji Santoso.

”Kita kurang variasi dalam serangan, peluang minim dan tentunya hasil gol pun tidak ada. Tentunya kita masih perlu mengasah lagi dalam skema penyerangan,” jelas pemain asal Cianjur itu.

Raihan satu poin di kandang sendiri juga diakui Atep sangat merugikan lantaran mereka seharusnya bisa memanfaatkan situasi itu. “Hasilnya tentu mengecewakan, karena dari segi permainan belum sepenuhnya baik dan masih ada bekas kekalahan lawan Bali. Tapi kami terus mencoba tapi masih belum bisa,” bebernya.

Di sisi lain, Gian Zola mengaku cukup kecewa. Menurutnya bermain di rumah sendiri seharusnya bisa ditutup dengan kemenangan mengingat koleksi poin akan sangat krusial.

Menurut dia, kika mampu gapai 3 angka, Persib bisa langsung duduk di papan atas dan memiliki modal bagus saat menghadapi laga berikutnya. Zola pun mencoba mencari hikmah setelah laga ini.

”Mungkin dengan hasil ini pastinya kita sebagai pemain merasa kurang puas. Semoga dengan hasil ini kita belajar dan menanggapi secara positif hasil di hari ini,” jelas Zola.

Pemain berusia 18 tahun itu pun punya harapan timnya bisa bangkit dan tidak selalu meratapi hasil kurang baik dalam laga tadi. Menurutnya skor kacamata di Bandung justru membuat Persib makin berambisi untuk meraih kemenangan perdana.

Tim berjuluk Maung Bandung sendiri pada laga kedua akan bertandang ke markas PS TNI pada 22 April 2017 di Stadion Pakansari dan laga itu disebut Zola harus ditutup dengan kemenangan.

”Semoga di pertandingan kedua kita bisa mendapatkan 3 poin karena kita pasti mau bangkit untuk meraih kemenangan,” tuturnya.

Untuk diketahui, Zola langsung mendapat porsi turun dari menit awal untuk menempati pos playmaker. Dia menjadi perancang serangan dan ditopang oleh duet Hariono dan Michael Essien. Namun Zola kurang memberi kontribusi maksimal untuk timnya dan hanya bermain selama 45 menit. Di babak kedua, gelandang kidal itu pun digantikan oleh Carlton Cole.

Kegagalan Persib meraih kemenangan atas Arema FC memang sangat disesalkan oleh semua elemen tim serta Bobotoh. Namun dikatakan oleh Tony Sucipto, setiap laga awal di sebuah kompetisi selalu sulit untuk dilalui. Persib pun tercatat punya catatan yang kurang impresif di pertandingan pertama saat liga dimulai.

Persib cuma sekali menang dengan selisih 3 gol pada musim 2009. Selebihnya tim kebangaan Bobotoh itu hanya bisa unggul dengan selisih 1 gol saat meraih angka penuh dan sisanya berakhir dengan imbang atau bahkan takluk. Dari 22 laga awal sejak Liga Indonesia 1994, Persib cuma bisa mencetak 21 gol dan bobol 20 kali.

”Mungkin karena ini pertandingan pertama jadi pasti ada banyak faktor semoga ke depan kita bisa maksimalkan hal yang kita punya. Bukan grogi, tapi pertandingan pertama pasti ada sesuatu,” jelas Tony.

Persib sendiri hanya sanggup bermain imbang ketika mereka tampil di depan para Bobotoh. Namun Tony mengaku bahwa status tuan rumah tidak berlaku jika melawan tim yang punya mental kuat. Anak-anak Singo Edan pun menurutnya sukses membuat Tony dan kawan-kawan frustasi dengan intrik-intrik mereka di atas lapangan.

”Meskipun banyak penonton tapi sebetulnya yang bermain itu 11 lawan 11 dan dia juga banyak mendelay permainan. Sedikit-sedikit jatuh itu mengganggu kita yang sudah mulai naik,” jelasnya Tony.

Tony pun mencoba tetap mensyukuri hasil akhir yang diterima timnya meski angka penuh harus terbang. Baginya ini menjadi pemicu bagi Persib supaya lebih fokus melakukan evaluasi. “Tetap optimis karena ini baru pertama dan pasti akan ada koreksi yang akan diperbaiki,” tukasnya. (bbs/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here