48

Perlu Dibudayakan Lagi Gotong Royong

BOTRAM BARENG: Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar beserta istri sedang menikmati makan bersama ala santri dengan beralaskan daun pisang sebagai bentuk kebersamaan.

jabarekspres.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) meminta masyarakat Jawa Barat kembali menghidupkan semangat gotong royong serta keswadayaan dalam menjaga insfratuktur di daerahnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Gubernur yang akrab disapa Aher saat meresmikan Jembatan sungai Cisanggarung, tepatnya di Desa Padamulya, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan yang selesai diperbaiki beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemeliharaan, perbaikan serta kontrol dari pemerintah‎ dengan para petugasnya tentu memiliki keterbatasan, maka pihaknya pun meminta masyarakat sigap dan mengambil peran dalam memelihara serta mengontrol setiap insfratuktur yang ada.

“Tentu kita meminta kepada masyarakat jangan menunggu PU datang, kalau kemudian ada selokan yang tersendat, maka masyarakat dengan sistem gotong royong harus segera perbaiki itu‎,” kata Aher beberapa waktu lalu.

‎Aher mengatakan, masyarakat juga harus sadar terkait hal-hal menyangkut saluran air yang harus diselesaikan dengan baik. Sebab ketika berbicara saluran air, kata dia, bukan semata-mata air yang berada di permukaan maupun genting akibat hujan langsung dialirkan ke sungai.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, masyarakat harus mampu berpikir lebih jauh bagaimana caranya bisa memanfaatkan air yang berada di permukaan atau pun akibat hujan agar menjadi air tanah. Pasalnya, dengan begitu air tanah bisa dipergunakan pada saat air di permukaan berkurang.

“Semua masyarakat harus diajak berpikir bahwa air itu ketika jatuh di atas tanah, usahakan sedemikian rupa supaya jatuh ke tanah kemudian meresap ke bawah tanah, tidak semata-mata dialirkan ke sungai, nanti sungai akan semakin penuh,” kata dia.

Sebelumnya, jembatan yang menghubungkan dua daerah yakni Dusun Babakan dan Desa Padamulya tersebut amblas akibat banjir yang menerjang Sungai Cisanggarung pada awal 2017 lalu. Akibatnya, masyarakat di dua desa tersebut terisolir dan terpaksa harus mencari jalan lain dengan jarak yang cukup jauh untuk dapat menyeberang.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) pun memberikan bantuan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kuningan sebesar 2,5 Miliar untuk memperbaiki jembatan ter‎sebut. Dengan proses perbaikan yang terbilang cepat yakni selama empat bulan, jembatan tersebut pun  selesai diperbaiki dan bisa kembali digunakan masyarakat.

“Pengerjaannya efektif, kemudian kita ‎bisa melihat kualitas jembatannya juga bagus, kokoh mudah-mudahan Insya Allah awet. Dengan demikian pergerakan orang, pergerakan barang menjadi lancar dengan selesainya dibangun jembatan ini,” kata dia.‎(mg1/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.