Penderita TBC Meningkat

35
Hari TB se-dunia
Asisten Pemerintahan Maria Fitriana saat Peringatan Hari TB se-dunia tingkat Kota Cimahi diselenggarakan di Selasar Aula Gedung B, Komp. Perkantoran Pemkot Cimahi, belum lama ini.

jabarekspres.com, CIMAHI– Pengidap penyakit Tubercolosis (TBC) disinyalir masih banyak yang enggan untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit atau Puskesmas, karena malu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Agustiningsih mengungkapkan selama tiga bulan terakhir atau Januari hingga Maret 2017 saja, pihaknya mencatat ada sekitar 101 orang penderita TB positif. “Jumlah tersebut kami dapat dari hasil kegiatan ketuk pintu, sesuai intruksi dari Kementrian Kesehatan,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, jumlah penderita Tuberkulosis dari tahun ke tahun belum pernah mengalami penurunan bahkan cenderung naik. Itu karena masyarakat malu memeriksakan dirinya karena stigma terhadap penderita Tuberkulosis. “Makanya kemarin itu kader melakukan aksi ketuk pintu itu untuk menemukan penderita Tuberkulosis yang malu memeriksakan atau pernah punya riwayat,” katanya.

Agustiningsih menjelaskan, untuk satu penderita positif Tuberkulosis berpotensi menularkan kepada sepuluh sampai lima belas orang. Sehingga pihaknya akan melakukan upaya-upaya untuk penanganan pencegahan penyakit ini. Jika tidak segera mendapatkan penanganan lanjutnya, hingga akhir tahun 2017, diperkirakan jumlah penderita Tuberkulosis akan terus meningkat.

Baca Juga:  Kenalkan Sistem Akuaponik

“Untuk Cimahi, penderita TB paling banyak ada di wilayah selatan, Kelurahan Utama,  bisa jadi karena pengaruh tempat tinggal yang padat dan berada di lingkungan industri,” jelasnya.

Di tempat sama, salah seorang staf Rumah Sakit Hasan Sadikin,  dr. Hendarsyah Suryadinata menambahkan, Tuberkulosis merupakan penyakit yang menginfeksi seluruh organ dalam tubuh, kecuali kuku, rambut, dan gigi. Dengan sistem penyebarannya melalui tiga cara, yaitu melalui udara (inhalasi), darah (hematogen), dan lewat saluran limfa. dan bisa juga bakteri ini menyebar secara langsung. Sedangkan untuk di Jawa Barat yang paling banyak penyebarannya melalui udara atau inhalasi.

Baca Juga:  Jaring Bibit Atlet lewat Kejuaraan

“Jadi awalnya kuman yang dibatukkan dari orang yang menderita TB masuk ke dalam paru-paru orang yang di sekitarnya. Akan semakin parah kalau misalnya sistem imun orang itu lemah, maka penyebarannya akan semakin cepat,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, bagi penderita TB angka kesembuhannya berada di atas 80 persen setelah mendapatkan terapi dan pengobatan, dengan catatan pasien tersebut harus melakukan pengobatan secara teratur ditambah dengan konsumsi obat sehari sekali selama enam bulan. Sedangkan untuk penderita yang tidak sembuh persentasenya cukup kecil, hanya sekitar 4-5 persen,  itu karena penyakitnya TBC yang diidapnya sudah kebal obat. Sisanya itu, karena lost to follow up atau berhenti pengobatannya lantaran penderita merasa sudah baikan setelah beberapa kali terapi dan pengobatan.

“Jadi tingkat kesembuhan dari penyakit TBC itu tergantung dari bagaimana pasien melakukan pengobatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Langgar Aturan, PKL Akan Ditindak Tegas

Dia melanjutkan, berdasarkan data yang didapat  pihaknya hanya menemukan sekitar 8 sampai 10 persen atau sekitar 61.000 orang per tahunnya yang meninggal akibat penyakit ini. “Pelaporannya bukan dengan persentase, Tapi proporsi. jadi berbeda dengan penyakit jantung yang jadi penyebab kematian cukup tinggi, kalau TBC masih bisa diatasi asal penderitanya punya kemauan sembuh,” imbuhnya.

Untuk menekan angka penyebaran penyakit TBC, dibutuhkan peran aktif dari masyarakat, terutama untuk penderita TB itu sendiri. Karena pendeteksian TBC tidak bisa jika hanya mengandalkan petugas kesehatan. Bagi petugas kesehatan, sosialisasi ke masyarakat harus dilakukan secara terus menerus, dengan memberikan pemahaman mengenai cara mendeteksi penyakit TBC itu seperti apa.

“Sosialisasi ke masyarakat itu sangat penting, setelah tau cara mendeteksinya, penanganan awalnya seperti apa, setelah itu dorong pasien TBC untuk berobat,” pungkasnya. (zis/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here