Penangan Banjir Perlu Satu Komando

Kodam III/Slw Harus Bisa Menkoordinasikan Semua Lini

15
HUMAS PEMKAB POR JABAR EKSPRES
BERIKAN BANTUAN: Bupati Kabupaten Bandung Dadang M. Naser beserta Istri memberikan bantuan dari pihak swasta kepada korban bencana Banjir sebagai bentuk kepedulian dan empati atas musibah yang menimpa masyarakat di pengunsian.

jabarekspres.com, SOREANG – Untuk menangani Banjir tahunan yang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bandung Bupati Kabupaten Bandung beserta Jajaran menin­jau lokasi pengungsian di Gedung Inkanas dan Gedung SKB Kecamatan Baleendah dengan didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Drs.H.Tata Irawan, Camat Baleendah dan pihak Dinas Sosial.

Bupati Kabupaten Bandung Dadang M.Naser mengatakan, bencana banjir diwilayah Kabupaten Bandung memang ter­jadi rutin tiap tahun. Sehingga, untuk penanganannya butuh perhatian serius dari seluruh pihak baik Pemprov Jabar mau­pun pemerintah pusat.

Dirinya menegaskan, upaya koordinasi dengan seluruh ele­men pemerintah dan institusi TNI dan Polri sudah dilakukan dan turut menangani korban bencana banjir tersebut. Sebab, keberadaan jajaran Kodam III/Slw dan Polda Jabar selama ini turut membantu melakukan evakuasi korban banjir. Untuk itu, peran Kodam III/Slw ber­sama kesatuannya sangat cocok untuk mengkoordinasikan penanganan penanggulangan bencana banjir ini.

“Selama ini kami masing-masing berbuat, tapi tidak kom­perhensif. Tapi jika dikoordina­sikan siapa berbuat apa, grand desainnya untuk penyelesaian masalah Citarum bagaimana. Tentu sedikit demi sedikit bisa teratasi,” jelas Dadang ketika ditemui usai melakukan penin­jau banjir kemarin (19/11).

Dirinya menilai, dengan penanganan banjir yang ter­struktur di bawah komando Kodam III/Slw secara teknis penanganan banjir sebetulnya disebabkan oleh meluapnya Sungai Citarum. Sehingga ke­wenagannya bukan saja pada pemerintah daerah saja.

Menurutnya, Kewenangan dimaksud adalah oleh BBWS, Pemerintah Provinsi, pihak Perhutani dan Perkebunan di hulu.Sehingga, perlu diselesaikan bersama dengan koordinasipihakTNI AD melaui Kodam III/Slw.

Dadang memaparkan, beberapaprogram penanganan sungaiCitarum sebetulnya sudah dianggarkan melaui kegiatan Citarum Bestari. Bahkan, Kodam III/Slw sebagai leader untuk terusbergerak menata Citarum.

Namun, untuk mencapai padahasil membutuhkan proses yang panjang dan butuh kerjasama semua pihak dan masyarakat agar turut menjaga keberadaan sungai Citarum dengan tidak mencemari, membuang sampah, menebang pohon.

“Jadi, koordinasi yang jelas dengan membuat Grand De­sain penanganan yang teapat Insya Allah bencana Banjir tidak lagi melanda Kabupaten Bandung,”ujar Dadang.

Sementara itu, Kepala Pelaks­ana BPBD Kabupaten Bandung Drs. Tata Irawan Subandi men­gungkapkan, berdasarkan data di lapangan jumlah terdampak benacana banjir melanda 3 kecamatan, yaitu Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang

Berdasarkan hasil pendataan tercatat 362 kepala keluarga (KK), 1,207 jiwa, 138 lansia, 125 ba­lita, 5 ibu hamil, 86 anak, 19 ibu menyusui dan 1 orang sakit yang menjadi korban bencana ban­jir. Sedangkan untuk fisik bangu­nan rumah yang terendam, tercatat 4.097 rumah, 10 gedung sekolah, 8 gedung fasilitas umum dan 27 tempat ibadah.

Untuk rata-rata ketinggian genangan air di jalan raya, tidak bisa dilalui kendaraan. Dianta­ranya jalan Andir-Katapang (50-210 cm) dan Jl. Raya Banja­ran -Dayeuhkolot (10-50 cm), dengan kondisi yang fluktuatif.

“Jadi kondisi Genangan air bisa surut dan bertambah, tapi kita harap akan terus surut,” tutup Tata (red/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here