Pemprov Bantu 2.612 Orang Pulang Kampung

Berhemat dengan Mudik Gratis

jabarekspres.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melepas 2.612 orang peserta mudik gratis dengan tujuan Semarang, Yogyakarta, dan Solo di Halaman Depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat
Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat

Ada sebanyak 60 bus dengan tiga lokasi pemberangkatan, yaitu Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Sukabumi. Aher melepas secara langsung mudik gratis di Kota Bandung dengan peserta 918 orang yang diangkut 22 bus. Di Kota Bekasi ada 1.219 orang peserta (28 bus), dan di Kota Sukabumi sebanyak 475 orang peserta (10 bus).

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, mudik gratis tersebut merupakan kali kelima digelar. Tujuannya, mengurangi kemacetan dan kecelakaan, khususnya kendaraan roda dua. Selain itu, kata dia, Dishub Jabar juga menyediakan fasilitas truk untuk mengangkut kendaraan roda dua atau sepeda motor. Sehingga bisa mengurangi penggunaan bahan bakar minyak.

”Ini tentu salah satu upaya membantu masyarakat pulang dengan nyaman, termasuk juga menjadi satu upaya mengurangi mudik pakai motor,” kata pria yang akrab disapa Aher itu usai melepas peseta mudik gratis, baru-baru ini.

Aher mengaku, peminat program mudik ini meningkat setiap tahunnya. Untuk itu, dia ingin tahun depan bisa ditingkatkan menjadi 100 hingga 150 bus. ”Mudah-mudahan makin banyak yang terlayani tahun depan,” harap Aher.

Di samping itu, Aher juga mengimbau perusahaan-perusahaan di kawasan-kawasan industri, Bekasi, Karawang, dan kawasan industri lain bisa membantu para karyawannya mudik bareng. ”Baiknya difasilitasi perusahaan. Itu sebagai bagian dari perhatian perusahaan,” tambah Aher.

Aher menekankan, kepada para pengemudi agar berhati-hati dan tidak lalai saat di perjalanan. Ini penting karena pengemudi membawa tanggung jawab yaitu keselamatan para pemudik hingga sampai ke tempat tujuan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, meskipun tujuan utama Solo, Semarang, dan Yogyakarta, tidak menutup kemungkinan pemudik bisa turun apabila tempat tujuan dilintasi rute yang dilalui.

”Yang tujuan Semarang kan berhenti di Cirebon dia (pemudik) ikut juga. Tadinya dia mau menggunakan roda dua tapi karena ada mudik gratis ini dari Pemprov Jabar dan diapresiasi oleh masyarakat,” papar Dedi.

Di bagian lain, seorang pemudik Mada, 35, asal Kendal, Jawa Tengah, sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Pemprov Jawa Barat atas inisiasi program mudik gratis. Pria yang berprofesi sebagai pengajar di Kota Bandung ini menuturkan ingin memanfaatkan dengan baik program ini sekaligus menghemat biaya Lebaran.

Alhamdulillah kita sangat bersyukur sekali, dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ada program seperti ini. Berterima kasih sekali, semoga pelaksanaannya lancar. Semoga tahun depan tambah ramai dan tambah banyak yang ikut (mudik gratis. Red),” tutur Mada.

Mada juga berharap program mudik Humas Jabar itu bisa dilakukan oleh lembaga atau pemerintah daerah lain. Menurutnya, mudik gratis bisa efektif mengurangi kemacetan dan kecelakaan apabila partisipasi masyarakat besar.

Wali Kota Bandung Ridwan kamil mengimbau, warga Kota Bandung tetap waspada dan hati-hati di perjalanan.

”Libur lebaran akan di mulai hari Kamis (22/6) mendatang. Jadi pasti akan mulai mudik di hari jumat (23/6),” katanya.

Menurut dia, pemudik alangkah baiknya menjaga kondisi fisik dan kelaikan kendaraan yang akan digunakan mudik. Sebab, kedua-duanya berperan penting untuk bisa sampai di kampung halaman. ”Untuk menjaga fisik, setiap tiga jam sekali sebaiknya berhenti buat istirahat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Jalan Tol Purbaleunyi, PT Jasa Marga Setia Budi mengatakan, puncak arus mudik  Lebaran di jalan tol Purbaleunyi (Purwakarta-Cilunyi) diperkirakan terjadi pada H-2, Jumat (23/6). Sedangkan puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada H+4 yakni 3 Juli 2017.

Budi mengatakan,  peningkatan rata-rata untuk gerbang exit itu 2 persen, untuk gerbang masuk 2,46 persen. Menurutnya, ada tiga gerbang tol yang diperkirakan akan padat saat arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini antara lain Gerbang Tol Cileunyi, Pasteur, dan Sadang. Pintu tol Cileunyi akan menjadi pintu keluar paling padat di jalan tol Purbaleunyi.

”Gerbang Tol Cileunyi  puncaknya diperkirakan hari Lebaran dengan pekiraan 40 ribu sampai 42 ribu kendaraan yang  melintas di lebaran hari pertama,” katanya kepada Jabar Ekspres di Cileunyi,  kemarin.

Budi mengungkapkan, arus keluar kendaraan dari pintu tol Cileunyi akan padat saat di hari pertama Lebaran bersamaan dengan momen silaturahmi warga. Dia mengatakan, jalur Tol Cileunyi ini arus normalnya 30 ribu kendaran per hari. Tapi, di hari Lebaran bisa mencapai 42 ribu kendaraan. ”Arus balik diperkirakan sekitar 48 ribu kendaraan, lebih tinggi daripada arus silaturahmi,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi traffic jam panjang, kata dia, ada dua skenario yang akan dilakukan saat terjadi kemacetan yakni dengan diberlakukannya kontra flow di KM151 dan membuka gerbang darurat Gerbang Tol Gedebage di KM149 dekat Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).”Gerbang Gedebage KM149 ini baru akan dioperasikan saat kepadatan kendaraan di pintu Cileunyi sudah mengulari sampai 5 kilometer. Hanya saja tidak semua kendaraan boleh lewat di Gerbang Tol Gedebage KM149.Tapi hanya kendaraan golongan 1 seperti sedan, minibus, dan jeep,” tegasnya.

Budi menjelaskan, bila kendaraan keluar melalui pintu tol KM149 jika berbelok ke kanan tembus ke Jalan Soekarno Hatta lalu menuju Bundaran Cibiru untuk menuju Cileunyi untuk terus ke Sumedang bagi kendaraan yang hendak menuju Cirebon.

”Sementara bagi kendaraan yang mau menuju Tasikmalaya bisa membelok ke kanan, ke arah Sapan menuju jalan alternatif Cijapati keluar di Kadugora untuk meneruskan perjalanan menuju Garut atau Tasikmalaya,” pungkasnya.  (yan/dn/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here