Pemkot Keluarkan 336 Rekomendasi Kegiatan Keagamaan

Menjaga Kerukunan Antar Beragama

3
Yayan Ahmad Brillyana
Yayan Ahmad Brillyana
Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bandung

jabarekspres.com, SUMUR BANDUNG – Pemerin­tah Kota Bandung memberikan 336 rekomendasi kegiatan kea­gamaan sejak diterbitkannya Peraturan Bersama Menteri (PBM) Agama dan Menteri Da­lam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006. Hal ini diungkapkan Kepala Ba­gian Humas Sekretariat Dae­rah Kota Bandung Yayan Ahmad Brillyana dalam sia­ran pers yang diterima Bandung Ekspres kemarin (7/4).

Yayan mengatakan, berda­sarkan PBM tersebut, pemerintah daerah diberikan amanat untuk memelihara kerukunan umat beragama.

Di dalamnya, terdapat kewajiban kepala daerah untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, menumbuh­kembangkan keharmonisan, saling pengertian, saling men­ghormati, dan saling percaya di antara umat beragama, hingga menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah ibadat.

Selain itu, pemerintah melalui Kantor Kementerian AgamaKota Bandung juga memberikan rekomendasi kegiatan keagamaan dan hari besar agama sebanyak 213 rekomendasi dalam 10 tahun. Ada pula re­komendasi Dana Pengembangan Keahlian dan Ketrampilan (DPKK), Kartu Ijin Tinggal Ter­batas (KITAS), Rencana Peng­gunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang dikeluarkan Kantor Kemente­rian Agama Kota Bandung se­banyak 85 rekomendasi.

”Jadi total kurang lebih ada 336 rekomendasi kegiatan keagamaan di Bandung yang di­keluarkan. Sedangkan untuk pembangunan rumah ibadah sejak Pak Wali Kota Ridwan Kamil menjabat, yaitu sejak akhir tahun 2013 hingga sekarang, rekomendasi yang dikeluarkan ada 10. Itu adalah untuk lima masjid, satu vihara dan empat gereja. Sisanya, rekomendasi diberikan pada tahun 2007 sam­pai tahun 2013,” jelas Yayan.

Dirinya juga memaparkan data jumlah rumah ibadah secara keseluruhan di Kota Bandung. Hingga kini, kurang lebih ada 4 ribuan masjid dan musala, 164 gereja, 14 pura, serta 23 vihara yang tersebar di seluruh wilayah. Yayan bahkan mengapresiasi tatkala ada tiga rumah ibadah yang letaknya saling berdampingan.

”Silakan datang ke Kampung Toleransi di Gang Ruhana RT 02 Rw 02 Kel. Paledang Keca­matan Lengkong. Di situ ada satu masjid, satu gereja, dan satu vihara yang letaknya persisbersebelahan, dan tidak per­nah ada masalah. Itu indahnya di Kota Bandung,” kata Yayan.

Yayan menambahkan, pe­merintah kota selalu berupaya untuk memberikan fasilitas yang seadil-adilnya kepada seluruh warga kota tanpa memandang suku, ras, dan agama. Baginya, selama warga ber-KTP Kota Bandung, harus mendapatkan perlakuan yang sama dari pemerintah daerah.

”Yang namanya adil adalah proporsional, tidak berat se­belah, saling mengsi sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Kota Bandung dinobatkan sebagai Kota Paling Islami versi Maarif Institute yang dilansir pada tahun 2016. Penduduk muslim memang menempati porsi terbanyak dalam popu­lasi kota ini. Namun bukan berarti tidak ada tempat bagi umat agama lain untuk dapat hidup dengan baik, nyaman, dan aman.

Menurut dia, warga Kota Bandung merupakan masyarakat yang multikultural. Sejak pen­diriannya, kota ini diciptakan untuk ditinggali manusia dari berbagai latar belakang. Karena kehidupan multikultural itu telah menjelma menjadi nafas kehidupan warga kota, setiap orang telah terbiasa berhadapan dengan perbedaan paradigma dan pandangan.(rls/fik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here