Pemkab Dorong Wirausaha bagi Petani

SIRAM TANAMAN: Salah seorang petani KBB, menyiram tanaman dua hari sekali agar tidak kering di lahan pertanian miliknya, baru-baru ini.

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Untuk memberikan tambahan penghasilan bagi kalangan petani, Pemkab Bandung Barat mendorong agar kewirausahaan dapat tumbuh di kalangan petani. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM KBB Ade Wahidin di Ngamprah, kemarin. “Pemerintah akan mendorong agar para petani bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satunya dengan mengembangkan kewirausahaan,” katanya.

Menurut Ade, Kabupaten Bandung Barat memiliki lahan pertanian yang cukup baik. Hanya saja menurutnya, harga jual yang minim masih menjadi persoalan di kalangan petani selama ini. Dia mengungkapkan, tanpa harus meninggalkan profesinya sebagai petani, ke depan para petani pun harus bisa menjadi wirausaha. “Seringkali petani malah rugi karena harga yang memang sangat murah. Makanya kalau petani ini menjadi pelaku UMKM tentu mereka akan mendapatkan nilai lebih,” ujarnya.

Lebih jauh Ade menjelaskan, wirausaha di kalangan petani yang menghasilkan produk-produk baru inovatif, hal itu sekaligus akan menjadi modal dalam pengembangan ekonomi daerah. Adapun, untuk memberi kemudahan usaha kepada para pelaku UMKM tersebut ke depan pihaknya siap melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap para pelaku UMKM. “Salah satunya dengan pemasaran yang baik, peluang usaha mereka akan lebih berkembang, termasuk untuk ekonomi daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat, Ida Nurhamida meminta, petani di Kabupaten Bandung Barat harus mampu menjadi entreprener atau pengusaha, terutama dalam memasarkan produknya. Hal ini juga diharapkan mampu menyelesaikan persoalaan krisis regenerasi petani saat ini. “Kebutuhan pengembangan wirausaha tersebut menjadi keniscayaan untuk meningkatkan agar para petani merasa yakin bahwa kehidupan petani akan lebih sejahtera,” katanya.

Ida mengungkapkan, dengan masuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka petani juga harus berani mengubah pola pikir dan berani bertindak. Sehingga jiwa entreprener yang berkaitan dengan urusan pertanian pun bisa dimanfaatkan oleh para petani dalam meningkatkan kehidupan ekonominya. “Saat ini persaingan begitu tinggi. Kalau kita tertinggal maka keuntungan sulit didapat oleh para petani,” pungkasnya. (drx)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here