Pemkab Bandung Masih Punya Pekerjaan Rumah

Banjir dan Macet Belum Teratasi

5
kab bdg
GERBANG IBU KOTA: Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi gapura Kecamatan Soreang sebagai Ibu Kota Kabupaten Bandung. Di usi ke-376, Kabupaten Bandung semakin maju dan berbenah.

jabarekspres.com, SOREANG – Anggota MPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) H. Cucun A. Syamsurijal menilai, pemerintah Kabupaten Bandung masih memiliki pekerjaan rumah (PR) di Hari jadi ke-276. Meski demikian, H. Cucun tidak menampik jika pembangunan di Kabupaten Bandung kian meningkat.

Cucun menilai, PR yang belum diselesaikan pemerintah Kabupaten Bandung di antaranya banjir dan kemacetan. Saat ini, sejumlah daerah di Kabupaten Bandung masih dilanda banjir seperti di Dayeuhkolot, Rancaekek, Baleendah dan Banjaran. Sedangkan wilayah yang macet yakni di jalur Kopo.

”Oleh karena itu, harus segera mengambil langkah-langkah taktis pemerintah daerah. Ada juga PR yang paling besar yaitu terkait ekonomi. Supaya segera ditanggulangi. Jangan sampai menjadi bom waktu, karena kesenggangan antara orang yang berpendapatannya lebih dengan orang yang berpendapatannya rendah,” kata H. Cucun usai usai upacara Hari Jadi Kabupaten Bandung, kemarin (20/4).

Sementara itu, Wakil Direktur RS Al-Ihsan, Agus Muharam mengungkapkan, secara umum Kabupaten Bandung mengalami perubahan-perubahan. Terutama infrastruktur telah dibenahi seperti jalan dan sebagainya, meskipun dilihat dari sisi penataannya belum maksimal. Sebab meskipun insfratruktur jalan bagus, tapi kalau drainasenya tidak bagus jalan akan cepat rusak.

”Namun, saya menyoroti masalah lingkungan. Hal itu yang paling berat, seperti penataan Citarum, banjir, sampah dan lain-lainnya. Itu akan menjadi masalah besar, untuk tahun-tahun ke depannya,” ungkap Agus.

Selain itu, lanjut Agus, terkait masalah kesehatan, karena saat ini anggarannya ditompang dari berbagai lapisan, yakni kabupaten, provinsi dan pusat. Untuk pengobatan di rumah sakit daerah sudah cukup bagus, tapi yang paling penting prefentif pencegahan.

Dirinya berharap, pemkab memposisikan puskesmas seperti dulu. Yakni sebagai upaya preventif. Jangan sampai menunggu orang yang datang ke rumah sakit, tapi mencegah orang supaya tidak datang ke rumah sakit.

”Saya berharap, berkaitan dengan masalah problem yang besar, seperti masalah lingkungan  menjadi prioritas, yakni, sampah, banjir dan sumber air bersih. Kedua berkaitan dengan kesehatan, pihak pemerintah harus mendorong upaya-upaya preventif supaya masyarakat tidak jatuh dalam kondisi sakit,” pungkasnya. (yul/fik)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here