Pecahkan Rekor Muri, Peniup Tarompet Sunda di Hari Jadi ke 376 Kab Bandung

jabarekspres.com, SOREANG – Sebanyak 100 seniman Kabupaten Bandung memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) meniup terompet Sunda serentak saat peringatan Hari Jadi ke-376 Kabupaten Bandung di Lapangan Upakarti, Soreang, kemarin (20/4).

Selain meniup terompet secara serentak, seniman juga melakukan parade music pemecahan rekor dibarengi alat musik yang digunakan untuk mengiringi pertunjukan kendang penca, pencak silat, marching band.

”Penampilan semarak rampak tiup terompet Sunda ini, menjadi rekor baru yang menjadi catatan Muri. Karena selama ini, belum pernah ada yang memecahkan rekor tersebut,” jelas Bupati Bandung Dadang M Naser.

Menurutnya, memilih terompet Sunda merupakan kepedulian terhadap seni dan budaya. Apalagi alat musik tersebut sudah langka. Karena selama ini, dalam penampilan kesenian pencak silat, dari pertunjukan satu ke pertunjukan lain peniup torompetnya itu-itu saja.

Rampak tiup terompet yang dikaloborasi dengan marching band berhasil memukau banyak orang. Khususnya para tamu undangan. Pertunjukan para seniman tersebut di bawah bingbingan Yoyon Dharsoni, seniman sekaligus sebagai aransemen rampak tiup terompet.

”Penampilan seniman peniup terompet yang disajikan secara mandiri memang bukan hal biasa. Dengan dikolaborasi dengan sesuatu alat seni lain agar terlihat beda sehingga kemeriahan Hari Jadi ke-376 Kabupaten Bandung, dapat dirasakan oleh semua yang menghadiri upacara.” tutur Yoyon.

Selaku aransemen, dirinya pun menunjukan kebolehan dalam meniup tarompet, dengan mempreteli terompet pencaknya mulai dari corong, palet, tikoro. Tapi tetap suara terompet yang ia maenkan menghasilkan suara yang memukau.

Selain berkolaborasi dengan marching band, dalam memecahkan rekor Muri itu, para seniman peniup terompet tersebut juga mengiringi pagelaran pencak silat yang digelar anak-anak dari Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bandung.

Sementara itu, Agus Firman Zaeni, kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Bandung mengatakan, dipilihnya alat musik terompet Sunda, dalam rangka melestarikan alat musik ciri khas Jabar yang harus dipertahankan di kabupaten Bandung.

”Karena alat musik ini mulai ditinggalkan dan dilupakan. Semoga dengan pemecahan rekor MURI ini kami ingin kenalkan tarompet kepada masyarakat yang eksistensinya kalah dengan alat musik modern,” akunya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, butuh waktu sekira satu bulan lebih untuk pemecahan rekor ini. Persiapan tersebut dilakukan untuk menyamakan nada. Karena semua peniup terompet yang berhasil dikumpulkannya berasal dari tiap wilayah yang berbeda perguruan atau group musik. Sehingga perlu disamakan dulu mulai nada dan lagam tiupan tarompetnya.

Sementara itu, Senior Managaer Muri Awan Raharjo sangat mengapresiasi dengan bangga Kabupaten bandung berhasil memecahkan rekor Muri tiup terompet Sunda terbanyak.

”Ini baru ditemukan di Kabupaten Bandung, selama penyelusuran di seluruh daerah di Indonesia,” pungkasnya. (rus/fik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here