Paling Ngeri Penontonnya, Film Horor Danur Pecahkan Rekor

188

TIDAK sia-sia promosi masif yang dilakukan tim film Danur. Film yang diangkat dari novel Gerbang Dialog Danur karya Risa Saraswati itu mengukir sejarah. Jumlah penonton film arahan sutradara Awi Suryadi tersebut mencapai angka 1.196.583 penonton kemarin siang (6/4). Capaian itu mengantarkannya menjadi film horor terlaris sepanjang masa di Indonesia.

Jumlah penonton dipastikan terus bertambah karena film yang rilis 30 Maret lalu itu masih berjaya di bioskop. Danur menggeser film Tali Pocong Perawan (2008) yang memperoleh 1.082.081 penonton. Atas sukses tersebut, Danur tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Ketua Muri Jaya Suprana memberikan penghargaan kepada Manoj Punjabi, CEO MD Pictures, induk perusahaan Pichouse Films selaku production house Danur, di MD Place, Jakarta Selatan. Penyerahan tersebut disaksikan para cast, Risa, Awi, dan produser Dian Sasmita. Selain itu, ”diundang” lima teman istimewa Risa yang berasal dari dunia lain, yakni Petter, William, Janshen, Hans, dan Hendrick. Kelimanya adalah hantu anak-anak Belanda yang menjadi sahabat Risa sejak sang penulis kecil. Lima kursi yang dilapisi kain putih dengan berbagai benda di atasnya merupakan kursi khusus kelima sahabat Risa. Namun, tentu saja selain Risa, tidak ada yang bisa melihat lima anak tersebut.

Danur yang berdurasi 78 menit dibuat berdasar kisah Risa sebagai indigo, orang yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus. Prilly Latuconsina berperan sebagai Risa muda yang bersahabat dengan tiga hantu cilik Belanda: Petter (Gamaharitz), William (Wesley Andrew), dan Janshen (Kevin Bzezovski).

Namun, persahabatan Risa dengan teman-teman spesialnya itu terganggu oleh kemunculan sesosok hantu perempuan bernama Asih (Shareefa Danish). Asih muncul di hadapan adik Risa, Riri (Sandrinna Michelle). Kehadiran Asih mengusik Petter, William, dan Janshen. Risa harus bisa menyelamatkan sang adik dengan dibantu tiga teman spesialnya.

”Proses pembuatan film ini diawali pada 2015. Tim dari MD Pictures menemui saya dan mengatakan Gerbang Dialog Danur unik karena ditulis seorang indigo. Mereka mau bikin filmnya. Saya berdiskusi dulu dengan teman-teman spesial saya,” ujar Risa.

Lima teman spesial itu, kata Risa, setuju kisah mereka difilmkan. Namun, ada beberapa syarat. ”Pertama, mereka ingin menjadi pahlawan. Kedua, tidak boleh ada orang Jepang karena sebagai keturunan Belanda, mereka trauma dengan Jepang. Yang ketiga, tidak boleh ada darah asli selama pembuatan film,” papar perempuan yang berprofesi PNS di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandung itu.

MD Pictures menyetujui syarat yang diajukan teman-teman spesial Risa. Naskah lantas ditulis oleh Lele Laila dan Ferry Lesmana dengan supervisi Risa. Sebagai sutradara, pihak MD mengajak Awi karena pengalamannya mengarahkan film horor Badoet pada 2015. ”Ini tantangan baru buat saya karena bekerja sama dengan PH yang punya nama besar,” ujar Awi.

Syuting berlangsung selama 12 hari, dimulai pada 30 Maret 2016. Untuk menghayati perannya, Prilly sampai harus membuka mata batin demi bisa melihat makhluk halus dan bertemu teman-teman spesial Risa. ”Akhirnya, ketemu sih. Belakangan malah saya jadi cukup akrab sama mereka,” ujar Prilly, yang hingga kini mengaku bahwa mata batinnya masih dibuka.

Melihat sukses Danur, Manoj membenarkan adanya rencana pembuatan sekuel yang diberi judul Maddah. Rencananya, film itu tayang akhir Maret 2018. ”Kami juga berencana menjadikan Danur sebuah franchise dengan total delapan film yang diangkat dari novel-novel karya Risa,” kata Manoj. (len/c6/ayi/fik)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here