Organda: PT KAI Tak Pertimbangkan Ruas Jalan Flyover

10

jabarekspres.com, CIMAHI – Rencana penutupan perlintasan sebidang kereta api (KA) banyak menuai pro dan kontra. Seperti halnya masyarakat, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Cimahi pun mempertanyakan rencana penutupan perlintasan sebidang KA Cimindi.

Ketua Organda Kota Cimahi Dida Suprinda menuturkan, sebaiknya pemerintah mengkaji ulang terhadap rencana penutupan perlintasan sebidang KA tersebut. Jangan sampai penutupan ini nanya dijadikan percobaan. Ketika gagal dikembalikan lagi seperti semula.

”Jangan sampai penutupan perlintasan itu hanya coba-coba.  Kami bisa saja berhentikan operasi sekalian biar jadi repot semua,” ujar Dida saat dihubungi, kemarin.

Menurut Dida, jika penutupan perlintasan sebidang KA Cimindi tidak disertai dengan solusi yang tepat, maka para pengemudi angkutan kota mengancam akan mogok beroprasi.

”Kami meminta dikaji ulang apakah penutupan ini sudah siap dengan infastrukturnya?” ujarnya.

Dida menjelaskan, perlintasan KA Cimindi merupakan jalur utama yang menghubungkan dua daerah yaitu Cimahi dan Bandung. Sehingga Perlintasan tersebut dinilai jalur strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Saat ini, lanjutnya, yang melintas di jalur tersebut bukan hanya beberapa trayek angkutan kota saja. Tapi mobil dan motor pribadi pun banyak melewati jalur tersebut. Sehingga jika penutupan permanen diterapkan, dia merasa infrastruktur jalan yang ada tak akan mampu menampung seluruh kendaraan.

”Kalau sekarang ditutup, artinya semua kendaraan harus lewat atas jalan layang (flyover), tapi lebarnya kan kecil. Kalau semua ke sana, saya yakin akan terjadi kemacetan di sana,” jelasnya.

Kendati demikian, jika memang pemerintah bersikeras menutup perlintasan KA Cimindi dan mengarahkan semua kendaraan naik ke flyover, Dida berharap, pemerintah bisa mempersiapkan terlebih dahulu sarana dan prasarana serta infrastrukturnya yang ideal.

”Mau tak mau jembatan layang harus diperlebar menjadi empat lajur agar dapat menampung semua kendaraan yang melintas ke atas. Kalau cuma seadanya seperti sekarang, kasihan semua bakal terjebak kemacetan,” tuturnya

Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Perhubungan Kota Cimahi Ruswanto mengatakan, jika memang perlintasan KA Cimindi ditutup dan seluruh kendaraan harus melewati flyover Cimindi, maka sebagai penunjangnya, pihak dishub kota akan meminta kepada pemerintah pusat untuk membuatkan uton dan ukuran geometrik badan jalan untuk kebutuhan U-Turn di ruas Jalan Jenderal Amir Mahmud.  ”Kami akan minta kelengkapan, seperti geometrik dan uton jalan,” urainya.

Menurut Ruswanto, karena Jalan Amir Mahmud merupakan jalan nasional, maka sarana prasarana jalan dan kelengkapan di ruas jalan tersebut, termasuk flyover Cimindi, menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.  ”Kita persiapan masukan-masukan. Itu kan jalan nasional, kewenangannya di pusat,” ucapnya.

Ruswanto mengatakan, akibat ditutupnya perlintasan kereta api di Cimindi, akan terjadi kemacetan yang sulit untuk dihindarkan. “Pasti macet. Sebab, yang dulunya kendaraan bisa lewat bawah sekarang semuanya harus lewat atas termasuk angkutan umum, sementara kapasitas flyover terbatas,” pungkasnya. (ziz/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here