New Fortuner TRD-Voxy Siap Mengaspal

jabarekspres.com, BANDUNG – PT Astra International Tbk memperkuat pasar Special Utility Vehicle (SUV) High. Caranya dengan merilis produk terbaru New Fortuner TRD. Varian ini diproyeksikan untuk memperkuat penjualan yang selama ini berjalan positif.

”Respon pasar terhadap Fortuner selama ini sangat positif. Di Jabar, sejak 2005, penjualan Fortuner mencapai 162 ribu unit,” papar Area General Manager PT TAM Area Jabar-Jateng Dicky Zulkarnaen pada launching New Fortuner TRD dan Toyota Voxy di Hotel Harris, Jalan BKR, Kota Bandung, kemarin (11/8).

Dia mengatakan, penjualan Fortuner di Jabar pun positif. Tahun lalu, sebutnya, penjualan Toyota Fortuner mencapai 3.152 unit atau meraih 43,1 persen pasar SUV yang penjualan seluruh merek kelas ini sebanyak 7.312 unit.

Sedangkan semester I tahun ini, penjualan seluruh brand pada pasar SUV sejumlah 3.362 unit. ”Sebanyak 1.602 unit di antaranya atau 47,7 persennya diraih Toyota Fortuner,” tuturnya.

”Kami optimistis proyeksi penjualan varian baru SUV ini bisa mencapai 50-100 unit per bulan khusus di Jabar dapat tercapai,” kata Dicky sambil menambahkan harga on the road (OTR) Bandung pada New Fortuner TRD tersebut Rp 530 juta ini.

Selain SUV, Dicky menegaskan, pihaknya pun menghadirkan Toyota Voxy. Kehadiran produk yang berharga jual Bandung senilai Rp 450 juta ini, jelas dia, untuk memperkuat dan melengkapi pasar Multi Purpose Vehicle (MPV) High.

Khusus Voxy, kata dia, pihaknya memproyeksikan penjualan sebesar 200-250 unit per bulan. Khusus Jabar, sebesar 10 persennya atau 20-25 unit per bulan.

Pria berkepala plointos ini menilai, memperkokoh pasar merupakan salah satu langkah pelaku usaha dan industri demi menjaga sekaligus mendongkrak kinerja bisnis. Hal yang sama juga dilakukan industri otomotif raksasa PT Toyota Astra Motor (TAM).

Terbukti, periode Januari-Juni 2017, PT TAM sukses merajai pasar otomotif nasional. Secara total, penjualan selama periode itu mencapai 196.012 unit. Bahkan, pada akhir Juli tahun ini, angka penjualannya naik, yaitu melewati 220 ribu unit.

Di sisi lain, mayoritas masyarakat di Indonesia membeli mobil dengan sistem kredit. Namun, Bank Indonesia (BI) menginfokan bahwa hingga triwulan II 2017, otoritas perbankan di negara ini mencatat bahwa Non-Performing Loans (NPL) atau kredit bermasalah mengalami kenaikan. Semester I 2017, di Jabar, NPL berada pada level 3,97 persen.

Tinggalkan Balasan