Netty Beri Motivasi Hadapi UNBK

IGUN GUNAWAN/JABAR EKSPRES
BERI MOTIVASI: Bunda Literasi Jawa Barat, Hj Netty Prasetyani Heryawan saat memberikan motivasi pada para siswa di SMA Negeri 2 Cimahi, kemarin (17/1)

bandungekspres.co.id, CIMAHI – Bunda Literasi Jawa Barat, Hj Netty Prasetyani Heryawan dan Jajaran Dinas Pendidikan Jawa Barat memberikan motivasi pada ratusan siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 2 Cimahi, kemarin (17/1).

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadidi sempat menanyakan kesiapan para siswa dalam menghadapi UNBK, para siswa menjawab siap. ”Adek-adek nanti harus sukses dalam ujian nasional (unas, Red)” kata Ahmad Hadidi, kemarin (17/1).

Sementara itu, Netty Prasetyani Heryawan mengharapkan, dengan adanya motivasi yang mereka berikan, pihaknya berharap para siswa benar-benar siap menghadapi UNBK. Karena kepercayaan diri mereka semakin termotivasi.

”Harus mempunyai keyakinan untuk meraih cita-cita mereka, karena saya yakin anak-anak kita, anak-anak yang dikaruniai berbagai kecerdasan. Saya merasa terpanggil untuk memberikan motivasi ini,” kata Netty pada Jabar Ekspres.

Dia juga menyebutkan kehadiran dirinya pun sebagai bagian dari upaya untuk turut mensukseskan alihkelola SMA dari kabupaten ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Netty berharap dengan adanya alihkelola bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat.

”Ini akan semakin memperbaiki penyelenggaraan dan kualitas sumber daya manusia kita dari proses belajar mengajar yang diselenggarakan di tiap-tiap sekolah,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat dia juga mengharapkan dengan adanya alihkelola tersebut sebagai upaya untuk terus melakukan pencegahan-pencegahan terhadap kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Jawa Barat.

”Jadi kalau kemudian sekolah yang hari ini sedang kita lakukan alihkelola. Kita bentuk, kita inisiasi jadi sekolah ramah anak yang berbasis bebas kekerasan. Mudah-mudahan anak-anak bisa betah nyaman belajar di sekolah,” urainya.

”Harapannya sekolah yang ada di Jawa Barat menuju sekolah ramah anak berbasis bebas kekerasan sesuai dengan arahan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” imbuhnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR