Netizen Curhat KTP Elektronik

bandungekspres.co.id, CIMAHI – Pelayanan pembuatan KTP elektronik yang bermasalah jadi ajang curhat para netizen. Karena akibat kejadian itu banyak masyarakat Indonesia yang sudah berbulan-bulan mengajukan pembuatan KTP elektronik, masih belum juga bisa dicetak, termasuk di Kota Cimahi.

Salah seorang warga Kota Cimahi, Deden Sontany dalam akun Facebook-nya menulis, dirinya mengajukan pembuatan KTP elektronsik sejak September 2016. Namun sampai saat ini belum juga tuntas, padahal dirinya sangat membutuhkan untuk pengajuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)  namun tidak bisa diproses lebih lanjut ke pihak pengembang.  ”Penggunaan surat keterangan yang dikeluarkan oleh Disdukcapil Kota Cimahi hanya sampai pihak bank, sedangkan untuk di notaris harus KTP aslinya,” terangnya, kemarin.

Dikatakannya, hal tersebut sudah disampaikan ke pengembang perumahan, tapi hanya sampai pihak bank saja. Pemerintah pusat atau Kementerian Dalam Negeri harus secepatnya mengantisipasi masalah ini, karena KTP elektronik sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan.  ”Katanya saya mendengar kalau Pemkot Cimahi mau menggunakan dana APBD Kota, tapi tidak diperbolehken pemerintah pusat,” katanya.

Menurut dia, surat keterangan ini  tidak bisa digunakan lebih lanjut karena identitas kependudukannya dianggap belum sah secara resmi.  ”Kami mengharapkan permasalahan ini bisa secepatnya dituntaskan, agar pelayanan kepada masyarakat bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Kepala Seksi Identitas Penduduk pada Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Cimahi, Erwandi mengungkapkan  pencetakan KTP-el tertunda karena terbatasnya stok blanko.  ”Habisnya stock blanko ini terjadi daari Oktober yang lalu,” ujarnya, belum lama ini.

Hingga kini, data perekman KTP-el yang siap dicetak mencapai 11 ribu keping. Data tersebut menjadi prioritas pihaknya untuk dicetak jika blanko sudah dikirim dari pemerintah pusat.  ”Yang siap dicetak sekitar 11.083, ini masi PR (Pekerjaan Rumah) kita,” ucap Erwandi.

Berdasarkan data, dari tiga kecamatan yang adai di Kota Cimahi, perekaman dalam sehari bisa mencapai 250 jiwa.  ”Kisaran data yang tercatat, Cimahi Tengah dan Utara maksimal 50/hari, sedangkan Cimahi Selatan perekaman bisa sampai 150/hari,”  terang dia. (bun/ign)

 

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan