Nasabah Samici Meningkat

jabarekspres.com, CIMAHI – Bank Sampah Induk Cimahi (Samici) mengapresiasi unit-unit yang memberikan kontribusi besar terkait penanganan dalam mengatasi sampah di kota Cimahi. Salah satunya dengan meningkatnya nasabah bank sampah yang berlokasi di jalan Usman Domiri kelurahan Padasuka Cimahi ini.

Warso selaku Direktur Bank Samici Membenarkan terkait peraihan tersebut. Karna unit terbaik harus mendapatkan apresiasi dengan baik pula. Sehingga unit lainnya mengikuti pula.

“Kita berada di bawah dinas Lingkungan Hidup, dan ketika ada acara, tentu harus sepengetahuan dinas juga. Hari ini dinas dan kita mengadakan silahturahmi sekaligus halal bi halal dengan unit-unit. Selain itu kita memberikan apresiasi terhadap mereka yang berkontribusi besar,” katanya saat ditemui di Green cafe kemarin,13/7.

Terkait dengan jumlah anggota Samici sampai saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjadi nasabah. Nasabah bank Samici katanya, ada dua, yaitu nasabah per unit, dan nasabah perorangan.

“Untuk unit itu sendiri sekarang ada 104 dan nasabah perongan mencapai 800 orang. Dari 1 unit itu membawahi 40 orang, jadi untuk keseluruhan sekitar 4.960 orang dan yang aktif mencapai 80 %. Untuk yang tidak aktif , mereka masih rutin tiap bulan menabung. Bukan berarti mereka hilang, ” ujarnya.

Tetapi kita akan terus sosialisasi untuk menambah kembali nasabah. Agar permasalahan sampah di kota Cimahi bisa diminimalisir meski belum tentun bisa cepat terselesaikan.

“Penambahan nasabah dengan sosialisali akan kita lakukan di taman Kartini, Minggu (16/7). Kita juga akan dibantu dengan komunitas – komunitas yang lain untuk menjelaskan kepada mereka, terkait dengan procedural bank Sampah di Samici ini, ” kata dia.

Sampah yang datang tiap bulannya terus meningkat. Dan itu yang menyebabkan omsetnya naik. Hal ini bisa lebih menguntungkan nasabah bank Samici.

“Tiap bulannya sampah yang masuk itu sekitar 20 sampai 30 ton. Kita ambil tengah nya sajah, berarti 25 ton. Dan pembelian per kilo itu Rp 2000. Berarti sampah yang masuk 25 ton di kalikan Rp 2000 berarti mencapi Rp50 juta. Ini jelas peningkatan dalam hal keuntungan yang diraup para nasabah itu,” tandasnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan