N-219 Kejar 350 Jam Terbang

Butuh Sertifikasi Kemenhub

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Ape mengatakan, setelah proses uji terbang dan lulus sertifikasi, pesawat itu bisa diproduksi masal. Dia berharap perkembangan N-219 bisa menjadi kado spesial saat peringatan Hakteknas 2017 di Makassar nanti.

Pesawat tipe turboprop itu resmi dikembangkan bersama antara Lapan dan PT DI. Tujuan utama pesawat itu adalah mengakomodasi penerbangan di daerah-daerah terpencil. Keunggulan pesawat itu adalah tidak membutuhkan landasan pacu panjang, cukup 600 meter. Pesawat itu juga dijuluki si bongsor karena volume kabinnya terbesar untuk pesawat di kelasnya.

N-219 diharapkan menyasar kebutuhan pasar pesawat tipe kecil di Indonesia, Asia, dan Afrika. Pesawat itu berbahan alumunium 20 dan 24, seperti yang digunakan pada NC-212 dan CN-235. Di antara komponen yang diproduksi lokal dalam pesawat N-219 adalah landing gear. (wan/oki/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here