Merasa Gagal, 12 Paskibra Pingsan

Tak Mau Naik, Bendera Dikibarkan secara Simbolis

147
Bendera Gagal Naik
IKBAL SELAMET/JABAR EKSPRES
TATAPAN KOSONG: Salah seorang siswa Paskibraka terlihat masih syok RSUD Pagelaran, Kabupetan Cianjur, kemarin (17/8). Sebanyak 12 lainnya pingsan setelah gagal mengibarkan bendera merah putih.

jabarekspres.com, CIANJUR – Sebanyak 12 orang pengibar bendera di lapangan Pagelaran, Kabupaten Cianjur langsung pingsan karena syok gagal mengibarkan sang Merah Putih. Kedua belas siswa-siswi tersebut mendapatkan penanganan medis di RSUD Pagelaran karena masih histeris.

Kejadian itu terjadi pada saat pelaksanaan upacara peringatan HUT Republik Indonesia ke-72 di Lapangan Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur, kemarin (17/8). Beberapa Paskibraka langsung pingsan di lapangan, dan beberapa lainnya juga berjatuhan tak lama setelah prosesi pengibaran selesai.

Pada awalnya, seluruh rangkaian acara berjalan baik, hingga akhirnya waktu pengibaran bendera merah putih pun tiba. Setelah bendera diikatkan pada tarik pengerek, pasukan pengibar pun memberikan aba-aba jika bendera siap untuk dikibarkan.

Namun kendala teknis terjadi. Tali pengerek pada tiang bendera tidak berfungsi. Akibatnya panji kebesaran NKRI itu pun tidak mau naik. Panik, sejumlah siswi langsung pingsan. Hingga akhirnya, bendera pun dikibarkan secara simbolis dengan cara dipegang di keempat ujung bendera oleh anggota Paskibra Kecamatan Pagelaran.

”Mulanya normal, tidak ada yang janggal, berjalan lancar. Hanya sewaktu pengibaran, tiba-tiba tali dan katrolnya tidak berfungsi. Kebetulan saat pengibaran saya juga sedang ada di lokasi,” ujar Direktur Utama RSUD pagelaran Neneng Efa Fatimah kepada Jabar Ekspres, kemarin (17/8).

Beban karena merasa gagal atas tugas mereka mengibarkan bendera, sontak para 40 Paskibraka itu menangis. Tidak terkecuali laki-laki. Bahkan beberapa di antaranya histeris sampai pingsan.

”Segera tim medis dari RSUD Pagelaran langsung membawa ke rumah sakit untuk menangani perawatan. Sebab selain histeris, 12 di antaranya dibawa ke rumah sakit,” ujar dia.

Saat tiba di rumah sakit, beberapa anggota Paskibra juga masih menangis lantaran gagal menaikkan sang Merah Putih di hari besar peringatan kemerdekaan Indonesia. Usai mendapatkan penanganan medis, sepuluh anggota Paskirba tersebut mulai membaik, semntara dua lainnya masih syok berat.

”Beberapa sudah pulih dan bisa dipulangkan, tapi masih ada yang dirawat karena mengalami sesak nafas. Kami tangani secara baik supaya mereka bisa segera kembali pulih,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman usai mengonfirmasi Camat Pagelaran menjelaskan, kejadian tersebut merupakan kendala nonteknis di luar perkiraan. Sebab, sehari sebelum kejadian tersebut, tepatnya saat gladi bersih, pengibaran bisa dilakukan.

”Memang sebelumnya tiang bendera itu dipindahkan, agar berada tepat di tengah-tengah. tidak ada kendala meski dipindahkan, sehari sebelumnya juga normal. Saat pelaksanaan tiba-tiba tidak bisa berfungsi. Namun setelah dicoba kembali usai upacara, penggerek bendera berfungsi lagi secara normal. Jadi masih belum jelas ini bermasalahnya di mana,” kata dia.

Menurut Herman, camat pun sudah menyampaikan permohonan maaf terhadap seluruh peserta upacara yang hadir. ”Mungkin anak-anak (Paskibra Pagelaran) histeris karena merasa sedih, malu, gagal. Latihan yang panjang pupus di puncak acara,” urainya.

Dia mengatakan, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi semua pihak agar ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. Meski sehari sebelumnya lancar, harus diperiksa lagi supaya tidak ada kejadian seperti itu,” ungkapnya.

Ketua Purna Paskibraka Kabupaten Cianjur M. Ridwan Hadikusumah mengatakan, hal yang wajar bagi pengibar bendera merasa sangat sedih jika terjadi hal tersebut. Sebab mereka sudah jauh-jauh hari melakukan latihan. Kekesalan dan kekecewaan akan dirasakan, meskipun kesalahan belum tentu ada pada para pengibar bendera.

”Pengibaran bendera itu tentu hal yang sakral, mau itu 17 Agustus ataupun pengibaran lainnya. Wajar kalau sangat sedih,” ungkap dia.

Menurutnya, ke depan perlu ada persiapan lebih matang lagi dari seluruh pihak guna mengantisipasi kendala teknis ataupun nonteknis. Pemerintah pun harus lebih memerhatikan fasilitas pengibaran secara maksimal.

”Jadikan pembelajaran semua pihak dan harus jadi perhatian agar tidak terulang. Bagi para anggota paskibra di Pagelaran, tetap semangat dan ke depan harus lebih baik lagi,” pungkasnya. (bay/tts/rie)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.