Mensos Soroti Kekerasan di Sekolah

47
MEMBERIKAN KETERANGAN : Kasus kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya SR, Siswa SD Longkewang, Sukabumi, Jawa Barat menuai sorotan dari Meneteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III di Lembang, Kamis (10/8).

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, kekerasan atau bullying yang terjadi di sekolah menjadi tanggungjawab penuh pihak sekolah. Seperti halnya yang terjadi di SD Longkewang, Sukabumi, Jawa Barat yang mengakibatkan SR,8, murid kelas II meninggal dunia. Khofifah menilai, pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Siswa tersebut meninggal setelah mengalami benturan di bagian kepala.
“Itu menjadi tanggungjawab pihak sekolah mulai dari kepala sekolah dan guru,” katanya seusai meninjau pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III di Lembang, Kamis (10/8).

Khofifah menilai, dalam peristiwa tersebut ada unsur kelalaian yang dilakukan guru. Seharusnya guru, bukan hanya mentransformasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengajarkan etika dan adab kepada anak-anak disertai dengan pengawasan yang ketat di lingkungan sekolah. “Karena terjadi di lingkungan sekolah maka pihak sekolah harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, kasus seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi jika guru lebih awas dan peka dalam memonitor sikap dan perilaku seluruh murid didiknya. Ia yakin kejadian tersebut adalah puncak konflik akibat saling ejek yang berujung dengan perkelahian. “Semestinya, guru bisa langsung merespons. Bisa dengan menengahi kedua anak itu, atau memanggil orangtuanya. Apabila sudah tidak bisa lagi, maka harus dicari solusi efektif sampai kemungkinan mengembalikan kepada orang tua,” tuturnya.

ads

Disinggung soal hukuman kepada pelaku, Khofifah menyebutkan karena pelaku adalah anak-anak maka bentuk hukuman yang diberikan berdasarkan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). “Proses hukum tetap bisa dilakukan, namun tetap harus mempertimbangkan hak-hak anak. Meskipun, dari aspek pidana, jelas ini sebagai bentuk kejahatan,” ujarnya. Dia berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian seperti itu yang mengakibatkan korban jiwa.
Seperti diketahui, SR,8, meninggal dunia diduga setelah terlibat perkelahian dengan temannya, Selasa (8/8). SR diduga menjadi korban perundungan atau bullying. Saat ini peristiwa nahas tersebut sedang diselidiki jajaran Polres Sukabumi. (drx/bun)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.