Mengintip usaha Kuliner Gleen Alinskie di Pontianak

Sajikan Sembilan Varian Kue Lamington

3
ACHMAD SUKARNO HAMID/INDOPOS
TAMBAH PENGHASILAN: Glenn Alinskie mencoba peruntungannya. Sebagai titik awal, Glenn-sapaan akrabnya membuka bisnis kuliner dengan membuka toko kue yang diberi nama Lamington.

Aktor Gleen Alinskie kian serius mengeluti dunia bisnis. Setelah membuka bisnis IT, dan bisnis batik nusantara. Kali ini suami dari artis Chelsea Olive mencoba peruntungannya dengan membuka bisnis kuliner. Gleen membuka outlet yang menjual kue. Seperti apa?

Achmad Sukarno Hamid, Jakarta.

Peluang Bisnis kuliner memang cukup menjanjikan. Banyak sejumlah masyarakat yang berinovasi dengan makanan khas. Maklum dengan beragam budaya, makanan khas Indonesia memiliki jenis yang beragam.

Seakan tertarik dengan peluang itu. Aktor  Glenn Alinskie mencoba peruntungannya. Sebagai titik awal, Glenn-sapaan akrabnya membuka Lamington Pontianak. ” Pontianak punya banyak potensi untuk dikembangkan,” ujar Gleen Alinskie, saat berikan sambutan dalam agenda Grand Opening Lamington Pontianak, Minggu (2/4) pagi.

Beragam pertimbangan menjadikan Glenn tak memilih Jakarta sebagai titik awal berdirinya usahanya tersebut. salah satunya bahan baku. Menurut pria kelahiran Jakarta, 19 Oktober 1988. Pontinak memiliki bahan baku yang khas untuk ukuran kuliner.

”Sebelumnya kita sudah keliling dari beberapa daerah, makanan apa yang enak, dan akhirnya kita pilih Pontianak. Karena bahan baku di sini sangat dikenal,” katanya.

Bahan baku yang dimaksud pemain serial Cahaya Cinta yang mengudara di Antv adalah bahan-bahan yang digunakan dalam membuat kue lamington, diantaranya Duren, Nanas, Kelapa dan Srikaya. Menurut Glenn, Pontianak merupakan tempat yang dikenal dengan bahan tersebut.

Termasuk pula soal kekayaan akan cita rasa pada kulinernya. Gleen pun lantas menghadirkan lamington bercita rasa khas Pontianak, yang dijual di toko Lamington Pontianak miliknya itu. ”Walau duren di Jakarta juga enak, tapi kita cari yang paling enak seperti srikaya, kelapanya dan kita nemuin di Pontianak, makanya kita mulai di Pontianak,” paparnya.

Walaupun lamington identik dengan makanan khas Autsralia, dengan mengusung cita rasa lokal khas Pontianak ini, Gleen menyajikan sesuatu yang unik dan berbeda bagi konsumennya. ”Semua varian rasanya khas Pontianak. Kami memang mengangkat kekarifan lokal,” tambahnya.

Lamington Pontianak, lanjut Gleen, menghadirkan aneka varian rasa cake lamington yang berbeda-beda mulai dari original, keju, durian, pisang coklat, srikaya, red velvet, karamel, coklat, dan green tea.

Harga yang ditawarkan aman di kantong, mulai Rp 55 ribuan untuk lamington rasa original, dan beberapa varian lain seperti srikaya. ”Red Velvet, Durian dan Green Tea, harganya Rp 65 ribuan,” imbuhnya.

Karenanya, pangsa pasar yang dibidik bapak satu anak itu beranaka ragam. Mulai wisawatan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Pontianak.  ”Kita buat semua, baik dari rasa, semua masuk, dari tua bisa, yang muda, dan rasanya pas untuk semua keluarga,” ujar Glenn yang mengajak buah hatinya, Nastusha Olivia Alinskie dan istrinya, Chelsea Olivia Wijaya mengunjungi outletnya itu.

Meski membuka usaha di Pontianak, Gleen tak mau mematikan bisnis UKM yang ada di PontiAnk. Pria yang memiliki nama lengkap Ralph Glenn Alinskie itu mengandung para UKM untuk bisa menitipkan usahanya di outlet miliknya.

”Kita memang buka selebar-lebarnya buat  UKM yang mau menitipkan produk di tempat kita. Kalau dilihat ditoko sudah ada dan kita support full,” tegas Glenn yang mengaku membuka Lamington Pontianak mulai jam 07.00 pagi sampai jam 22.00 malam itu.

Gleen pun lantas berharap agar ke depannya, Lamington bisa diterima lebih baik oleh para konsumennya. Tak lupa, dirinya mengapresiasi kinerja memuaskan jajaran timnya. ”Terimakasih kepada seluruh jajaran Lamington Pontianak,” pungkasnya. (*/fik)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here