Mayat Tanpa Identitas Mengambang di Citepus

17

jabarekspres.com, DAYEUHKOLOT – Puluhan warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang mengambang di antara tumpukan sampah di Sungai Citepus, Kampung Bojong Citepus Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada Selasa (14/11).

Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Agus Setiawan mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya penemuan mayat di Sungai Citepus.

Setelah mengetahui, dirinya bersama anggota lainnya langsung menuju ke lokasi kejadian. pihak kepolisian pun mengevakuasi mayat tersebut dengan menggunakan perahu dan alat seadanya.

Bahkan, sampah yang menumpuk pun menjadi kendala bagi petugas untuk mengevakuasi mayat tersebut.

“Oleh karena itu, sambil menunggu Inafis Polres Bandung, kami dibantu warga untuk menarik mayat yang kulitnya telah terkelupas itu,” kata Agus saat memberikan keterangannya, Selasa (14/11).

Menurut Agus, kondisi mayat dalam keadaan mengenaskan dengan tubuhnya menggelembung dan bengkak, diduga karena tenggelam selama beberapa hari. Dan korban ditemukan hanya menggunakan kaos berwarna merah.

“Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan oleh warga desa sekitar pukul 06.45 WIB. Dengan keadaan sudah keluar belatung dan menembung,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, setelah dilakukan identifikasi oleh tim inafis, tidak ditemukan bekas penganiayaan atau luka pada tubuh mayat tersebut. Diperkirakan mayat tersebut berusia 45 – 50 tahun sebelum tenggelam di sungai.

Melihat posisi mayat, ada kemungkinan mayat tersebut terbawa dari Kota Bandung. Sebab, sungai Citepus mengalir dari arah Pasteur dan Pagarsih.

Karena debit air yang tinggi, mayat tersebut terbawa hingga ke Dayeuhkolot dan menyangkut di tumpukan sampah yang tersumbat di jembatan Bojong Citepus.

“Mayat tersebut tidak masuk ke Sungai Citarum karena tersendat oleh tumpukan sampah yang ada di anak sungai. Sehingga kami pun harus menyingkirkan sampah-sampah terlebih dahulu,” jelasnya.

Agus pun mengimbau kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga, untuk melaporkan ke pihak kepolisian.

“Terutama Kepolisian Resor Bandung, dan Polsek Dayeuhkolot, kemudian juga karena musim penghujan ini airnya cukup deras, kami imbau juga agar warga tak melakukan banyak aktivitas di sungai dan harus berhati-hati apabila menghadang banjir, karena kita tidak tau didalam air arusnya perlahan atau kencang,” pungkasnya. (yul/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here