Masih berambisi Peroleh Adipura

15

jabarekspres.com, BANDUNG – Meskipun sempat gagal meraih predikat bergengsi Piala Adipura dari Kementrian Lingkungan Hidup. Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih akan berambisi untuk mempersiapkan untuk penilaian predikat Adipura lebih awal.

Berbagai langkah dipersiapkan, di antaranya berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait untuk melakukan kegiatan kebersihan lingkungan.

Bupati Bandung Barat Abubakar mengungkapkan, berkaca dari pengalaman tahun lalu, Pemkab akan melakukan pembenahan di beberapa titik yang menjadi penilaian Adipura.

“Tahun lalu, kita lolos di penilaian tahap 1 dengan nilai 72 sekian, sedangkan untuk lolos tahap 2, harus mencapai nilai 75. Ini yang akan kami evaluasi,” katanya, belum lama ini

Abubakar mengungkapkan, Pemkab Bandung Barat akan mengikuti penilaian Adipura untuk kategori Kota Kecil. Dia optimistis, penilaian Adipura yang diraih kali ini akan lebih baik daripada sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB Apung Hadiat Purwoko menuturkan, penilaian Adipura tahap pertama akan dilakukan pada Oktober ini. Dia pun telah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk melakukan pembenahan di titik-titik pantau.

“Ada 15 titik pantau yang jadi penilaian, mulai dari jalan, perumahan, sekolah, pasar, perkantoran, terminal, stasiun, hingga tempat sampah. Untuk membenahi lokasi-lokasi tersebut, tentu harus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait,” ujarnya.

Apung mengungkapkan, pada penilaian Adipura tahun lalu, Pemkab menempati urutan ke-12 dari 15 kabupaten di Jabar yang masuk kategori Kota Kecil. KBB meraih nilai 72,75, satu peringkat di bawah Karawang, sedangkan juara pertama diraih Kabupaten Indramayu.

Dengan nilai tersebut, KBB hanya lolos pada tahap 1 lantaran pada tahap 2 minimal harus mendapatkan nilai 75,00. Namun, dia optimistis, dengan kerja sama yang lebih baik, bisa lolos penilaian tahap kedua. “Minimal untuk tahap 1, kami optimistis bisa lolos,” ujarnya.

Pada penilaian tahun lalu, dia mengungkapkan, ada beberapa indikator yang dinilai masih rendah, di antaranya kondisi tempat pembuangan aampah akhir (TPA) dan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST). Sementara nilai tertinggi diraih untuk beberapa indikator, seperti perumahan, hutan kota, dan puskesmas.

Khusus untuk pembenahan TPA yang berlokasi di Sarimukti, Apung tak begitu menyorotinya. Sebab, TPA Sarimukti tak hanya digunakan KBB, tetapi juga Kota Bandung yang meraih juara 1 Adipura kategori Kota Metropolitan dan Kota Cimahi yang mendapat juara 1 kategori Kota Besar pada Adipura tahun lalu.

“Dengan TPA yang sama, daerah lain juga bisa juara, kenapa KBB tidak. Makanya, pembenahan TPA ini tidak begitu kami soroti,” ujarnya.

Dia menambahkan, KBB baru dua kali ini mengikuti penilaian Adipura yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup. Menurut dia, Adipura bukanlah tujuan utama, tetapi hal itu mendorong Pemkab untuk berbenah diri serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Adipura ini bukan tujuan utama, tetapi dengan ikut lomba ini, setidaknya kami tahu apa saja yang harus dibenahi untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tuturnya. (mol/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here