Margamukti Juara Nasional

Perpustakaan Punya Ide Kreatif untuk Budayakan Waga Gemar Membaca

5
Perpus Margamukti
SUASANA CERIA: Perpustakaan Desa Margamukti ruangan didesain dengan konsep ceria, sehingga membuat betah anak-anak untuk melakukan aktivitas membaca.

jabarekspres.com, SOREANG – Desa Margamukti yang terletak di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung ini sebetulnya secara geografis letaknya cukup jauh dari pusat keramaian.

Namun siap sangka, berkat kegigihan aparatur desanya yang sadar akan pentingnya membaca, Perpustakaan Desa yang dikelola secara swadaya mendapat predikat juara pertama tingkat nasional.

Dengan kosep yang diberi nama Pabukon Saba Desa masyarakat di sana sudah tidak asing lagi dengangan yang namanya buku. Bahkan, bukan saja anak-anak usia sekolah,. Para petani didesa tersebut menjadikan buku dibidang pertanian dan budidaya telah menjadi referensi ilmu untuk memajukan matapencahariannya.

“Dengan konsep saba yang berarti berjalan ke pelosok-pelosok pengelola perpustakaan menebar manfaat kepada warga Desa Margamukti dan semuanya sangat senang membaca,”jelas Ketua Pengelola Pabukon Saba Desa, Asep Samsudin.

Hal yang paling menarik bagi warga desa khususnya petani adalah mereka berani mencoba setelah mendapat ilmu dari membaca buku literatur yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Sehingga, di desa Margamukti sendiri banyak ditemui budidaya-budidaya peternakan, dan pengelolaan pertanian yang mengambil referensi dari buku yang dibacanya.

“Ini implementasi dan manfaatnya sangat jelas, mungkin dari sini penilaian Desa Margamukti menjadi juara,”ucap Asep

Pakubom Saba Desa banyak sekali menyediakan buku-buku pertanian dan budidaya yang mengandung informasi terkini dalam bidangnya. Sehingga, membuat masyarakat yang mayoritas petani menjadi penasaran dan berniat untuk mencobanya.

Pabukon Saba Desa baru memiliki 3200 anggota yang kebanyakan orang dewasa sebanyak 50 persen sedangkan sisanya anak-anak dan remaja.

Asep memaparkan, ketika mengawali kegiatan ini banyak dari masyarakat yang lebih memiliki sikap acuh. Bahkan, kaum wanita di desa tersebut merasa malu.

Akan tetapi, untuk menyiasati agar menarik perhatian masyarakat, pihaknya membuat kegiatan implementatif berdasarkan bahan pustaka yang ada. Seperti, bercocok tanam sayuran, budidaya ikan dan lainnya.

Sedangkan untuk anak-anak dan remaja pihaknya menyediakan buku-buku yang bersifat ilmu pengetahuan, buku cerita sejarah dan lainnya. Namun untuk mengajaknya diadakan kegiatan story telling dan lomba-lomba.

Selain itu, Perpustakaan desa, dilengkapi dengan fitur wifi sehingga pencarian informasi tambahan dapat dengan mudah dilakukan.

Pabukon Saba Desa pun terdapat di tiga dusun yang jam operasionalnya disesuaikan dengan jam anak-anak sekolah (siang) dan mengaji (sore) sepanjang minggunya.

Kepala Desa Margamukti, Agus Suherman, mengatakan perpustakaan di desanya tak hanya dirancang sebagai tempat membaca saja. Namun, diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat dan bertukar pikiran

Selain literatur yang lengkap, sekitar 4500 judul buku, perpustakaan dilengkapi dengan fitur radio komunitas dengan tujuan menyiarkan informasi kepada masyarakat. Bahkan, siaarannya bisa diterima sekecamatan.

Untuk menarik minat Perpustakaan keliling biasanya mengikuti agenda Posyandu. Tujuannya, agar ibu-ibu bisa sambil membaca ketika menunggu anaknya untuk ditimbang.

Sementara Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan, mengatakan atasnama pemerintah kabupaten Bandung mengapresiasi sekaligus memberikan selamat atas terpilihnya perpustakaan Pabukon Saba Desa, Desa Margamukti di tingkat nasional.

Pencapaian ini jelasnya, merupakan bentuk kolaborasi dari masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, dan pemerintah daerah.

Dirinya menekankan, ide kreatif semacam ini patut dicontoh oleh beberapa wilayah yang memilki kondisi serupa Pangalengan.

“Meski jaraknya jauh, tapi masyarakat masih bisa mengakses informasi, ini sangat membanggakan saya sangat mengapresiasi,” katanya (Rus/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here