Makin Dipercaya Warga di Kabupaten Bandung

Dukungan Pemerintah Terhadap Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya

15
RSUD MAJALAYA FOR JABAR EKSPRES
PERAWATAN BAYI: Salah satu ruangan perawatan perinatologi yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (Majalaya). Fasilitas yang disediakan dalam ruang perinatologi disesuaikan dengan kebutuhan perawatan bagi bayi, mulai dari bayi baru lahir dengan resiko tinggi, bayi dengan kelainan bawaan dampai dengan bayi sakit. Layanan medis diberikan oleh dokter-dokter spesialis anak dengan tenaga keperawatan yang terlatih.

jabarekspres.com – RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya merupakan salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Bandung yang mempunyai sejarah yang panjang dalam perkembangannya. Pengalaman itu lah yang menjadikan RSUD Majalaya semakin dipercaya oleh warga Kabupaten Bandung.

Berdiri tahun 1951 dioperasionalkan sebagai Puskesmas tahun 1955, mulai tahun 1985 dari Puskesmas ditingkatkan menjadi RS kelas D dan pada tahun 1988 ditetapkan menjadi RS Kelas C sesuai dengan SK Menteri Kesehatan No. 105/MENKES/SK/II/1988. Pada tahun 2009 rumah sakit Majalaya baru terakreditasi 5 pelayanan (SK Menteri Kesehatan Nomor YM.01.10/III/3501/09 Bina. Pelayanan Medik Kementerian RI, tanggal 8 September 2009) Pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) SK Bupati Bandung No:900/kep.493-Org/2009) Tahun 2009 pada tahun 2010 menjadi Rumah Sakit Tipe B (SK Menteri Kesehatan, No: 769/MENKES/SK/VI/2010) dan 2 tahun berikutnya pada tahun 2012 Rumah Sakit Majalaya Sudah Terakreditasi 16 Pelayanan (Sertifikat Komisi Akreditasi No. KARS-SERT/354/I/2012) dan pada Tahun 2012.

INSTALASI HEMODIALISA: Melayani pasien yang memerlukan hemodialisa dengan kapasitas 28 bed dan ditangnani dokter dan perawat tersertifikasi.

Penetapan RSUD Kelas B Majalaya sebagai SKPD yang menerapkan pola pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah secara penuh (Keputusan Bupati Bandung Nomor No:900/kep.493-Org/2009 diubah dengan Keputusan Bupati Bandung Nomor 900/Kep. 210 – RSUD MJL/2012) selanjutnya penetapan RS Pendidikan pada Tahun 2016 (Keputusan Menkes RI Nomor No:900/kep.493-Org/2016) dan pada 2016 juga Rumah Sakit Majalaya sudah Terakreditasi Versi KARS 2012 (Sertifikat Komisi Akreditasi No. KARS-SERT/354/I/2017 ).

CEK KANDUNGAN: Seorang ibu tengah melakukan cek kandungan di unit Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUD Majalaya.

Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki Rumah Sakit Majalaya sudah memiliki tempat tidur pasien sebanyak 300 tempat tidur, baik untuk rawat inap, operasi maupun tindakan lainnya yang terdiri dari kelas VIP, kelas 1, kelas 2 , kelas 3 dan non kelas. Tersedia juga perawatan untuk intensif baik dewasa, anak maupun bayi baru lahir.

Adapun peralatan kesehatan telah tercukupi sesuai dengan standar Rumah Sakit Kelas B RSUD Majalaya memiliki jumlah karyawan 621 orang terdiri dari berbagai macam dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya, dan administrasi disamping manajemen. Sesuai Rumah Sakit Kelas B Rumah Sakit Majalaya mempunyai pelayanan spesialistik yang cukup Lengkap yaitu sebanyak 15 dokter spesialis dengan berbagai SMF dan memiliki 16 Instalasi sedangkan pelayanan terintegrasi diantaranya; PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit), PKBRS (Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit), PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatologi Komprehensif), RSSIB (Rumah Sakit Sayang Ibu Bayi), Medical Check Up.

KRSUD Majalaya berdiri di area dengan luas lahan 27.890 meter persegi, dan luas bangunan 11.329,46 meter persegi. Adapun total fasilitas tempat tidur sebanyak 300 tempat tidur. Layanan rawat jalan mencakup dalam enam belas (16) poli, IGD, dan Hemodialisa. Sedangkan layanan rawat inap mencakup dalam lima belas ruangan.

RSUD MAJALAYA FOR JABAR EKSPRES
UNIT KHUSUS: Unit Thlasemia merupakan unit unggulan di RSUD Majalaya yang melayani penderita Thalasemia khusus di Kabupaten Bandung.

”Bahkan layanan transfusi darah bagi pasien Thalassemia sudah berjalan di RSUD Majalaya. Jadi pasien lebih dekat mendapatkan layanan tersebut, terutama dari Majalaya, Paseh, Pacet, dan Ciparay,” ujar Direktur Utama RSUD Majalaya Drg. Grace Mediana Purnami, M.Kes.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser beserta jajarannya berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan kesehatan melalui perluasan jangkauan pelayanan kesehatan kepada segenap lapisan masyarakat tanpa kecuali. Berhasilnya pembangunan kesehatan, pada hakikatnya menuntut kerjasama yang lebih sinergis antara pemerintah daerah, stakeholders dan seluruh komponen masyarakat, serta tidak kalah pentingnya adalah kesadaran masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat.

Dengan kunjungan rawat inap dan rawat jalan yang meningkat tiap tahunnya, sejalan dengan upaya mewujudkan Kabupaten Bandung yang maju mandiri dan berdaya saing dengan kota-kota besar lainnya, pembangunan gedung rumah sakit yang representatif, merupakan hal yang menggembirakan dan tentu akan disambut baik oleh masyarakat. Diharapkan Untuk Kedepannya Rumah Sakit Umum Daerah Majalaya Semakin Maju Mandiri Dan Ber daya Saing. (rls/adv/ign)

KEBERHASILAN pembangunan kesehatan tersebut, tidak lepas dari penyelenggaraan
pelayanan kesehatan di RSUD Majalaya yang mempunyai kontribusi yang besar, di antaranya melalui pelayanan unggulan:

Pelayanan Obstetri Dan Neonatal Komprehensif ( PONEK ) dan Rumah Sakit Sayang Ibu Dan Bayi ( RSSIB ) yang berfokus kepada penurunan angka kesakitan dan kematian ibu hamil, melahirkan dan bayi baru lahir.

  • Dimana RSUD Majalaya memiliki sistem rujukan berbasis it untuk meningkatkan respon time dan mempermudah komunikasi antar Rumah Sakit dengan fasilitas kesehatan lainnya, juga memiliki ambulance khusus PONEK. Pelayanan bayi baru lahir dilengkapi dengan HCU Perinatologi dengan peralatan yang lengkap;

Pelayanan Hemodialisa (cuci darah) untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gangguan gagal ginjal stadium terminal dilengkapi 28 mesin yang dijalankan sebanyak 2 shift oleh tenaga terlatih;

  • Pelayanan Thalasemia untuk membantu pasien-pasien yang mempunyai kelainan darah dilaksanakan di ruang rawat inap yang nyaman dan menjalin kerjasama dengan POPTI (Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia)
  • Pemeriksaan EKG treadmill ( untuk pendeteksian penyakit jantung lebih dini ) dilaksanakan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah;
  • Pemeriksaan EEG (elektroensefalografi) berguna untuk pendeteksian penyakit-penyakit di bagian saraf;
  • Perawatan intensif care untuk membantu pasien-pasien yang mempunyai penyakit kritis dengan peralatan yang memadai dan dilaksanakan oleh tenaga terlatih.

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here