Magma Didesain Deteksi Bencana

Magma Indonesia
FAJRI ACHMAD NF / JABAR EKSPRES
TEKNOLOGI CANGGIH: Sejumlah petugas Geologi menunjukan aplikasi MAGMA pada telepon genggamnya pada sosialisasi aplikasi MAGMA Indonesia di Auditorium Badan Geologi, kemarin (14/9). MAGMA Indonesia merupakan aplikasi untuk meningkatkan mitigasi kebencanaan geologi seperti gunung api, gempa bumi, tsunami

jabarekspres.com, BANDUNG – Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak 2015 berhasil menciptakan Magma Indonesia. Sebuah aplikasi untuk meningkatkan mitigasi kebencanaan geologi.

Magma merupakan akronim dari Multiplatform Application for Geoharzard Mitigation and Assessment yang menggunakan teknologi berbasis open-source merupakan produk yang berisikan informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi terintegrasi termasuk gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah yang disajikan kepada masyarakat secara kuasi-realtime dan interaktif. Magma Indonesia meski usianya masih relatif dini telah mendapat pengakuan dalam dan luar negeri serta meraih beberapa prestasi nasional.

Pada 2016 Magma meraih peringkat satu Innovation Award tingkat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Selanjutnya pada 2017 Magma berhasil masuk 40 terbaik dan terpilih 20 inovasi terbaik pelayanan publik 2014-2017 untuk mengikuti Inovasi Pelayanan Publik Internasional November 2017 di Paris.

Kasbani, kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebutkan usaha untuk menyebarluaskan informasi aplikasi Magma kepada masyarakat telah dilakukan melalui berbagai media termasuk sosialisasi di Auditorium Geologi Bandung, kemarin (14/9).

Lanjutnya, dengan tersosialisasinya aplikasi Magma ke media diharapkan akan lebih tersebar luas kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan. Selanjutnya masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Magma dan Badan Geologi sebagai penyedia aplikasi dapat mengetahui masukan dalam rangka pengembangan aplikasi Magma. Pembangunan aplikasi Magma mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui Kementerian ESDM.

”Kepedulian pemerintah sangat terasa setelah terjadinya gempa bumi dan tsunami Aceh Desember 2006, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Penanggulangan Kebencanaan Nomor 24 Tahun 2007. Salah satu pasalnya menyebutkan kewajiban pemerintah dalam memberikan informasi kebencanaan kepada masyarakat baik melalui kegiatan sosialisasi langsung, penyadaran maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana,” ujar Kasbani.

Dia menyebutkan Aplikasi Magma Indonesia merupakan aplikasi pertama di dunia tentang informasi kebencanaan geologi dan menjadi sala satu kebanggaan bangsa Indonesia. Aplikasi ini dapat diakses melalui situs web https://magma.vsi.esdm.go.id atau diunduh di Google Play Store. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.magma.pvmbg.magmaindonesia.

Kasbani menjelaskan tujuan sosialisasi yang dilakukan untuk memperkenalkan aplikasi yang telah dikembangkan secara mandiri oleh staf dilingkungan Badan Geologi tanpa menggunakan APBN khusus, untuk mampu menjawab lambatnya diseminasi kebencanaan. ”Saya memberikan apresiasi kepada BNPB yang secara konsisten mengurangi risiko kebencanaan, yaitu mitigasi bencana di Indonesia seperti gunung api, gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami,” terang dia.

Dijelaskan Kasbani prakiraan bencana bisa dilihat di aplikasi Magma. “Negara kita berdampingan dengan bencana, jadi informasi kebencanaan harus cepat informasinya disampaikan kepada stakeholders, masyarakat, dan lain-lain. Untuk meminimalisir jatuhnya korban,” jelasnya.

Developer Magma Indonesia,  Devy Kamil menambahkan pihaknya ingin memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.  ”Jangan sampai masyarakat menerima informasi yang tidak tepat dari sumber yang tidak jelas tentang kebencanaan,” terang Devy. (pan/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here